← Blog

Checklist Sebelum Upload Video Game Pertama: Dari Rekam, Edit, sampai Upload, dari 0 ke 1 (2026)

Checklist sebelum upload video game pertama — grafik ringkasan langkah demi langkah
Poin penting
  • Ada empat hal yang perlu dicek sebelum video pertama: setting rekaman (resolusi, fps, audio), prinsip edit minimum, judul dan thumbnail, serta kualitas upload.
  • Merekam di 1080p dan 60fps dengan suara game dan mic dipisah membuat kamu jauh lebih leluasa saat edit.
  • Edit tidak perlu megah; cukup potong bagian awal dan taruh sesuatu yang menarik di beberapa detik pertama.
  • DOR menyatukan rekaman, klip, dan edit di satu tempat; di game dengan klip otomatis seperti VALORANT dan League of Legends, momen kill langsung jadi klip pendek, jadi video pertamamu cepat jadi.

Kalau kamu sudah mau upload video game pertama, yang perlu dicek sebenarnya cuma empat hal. Pertama, setting rekaman (resolusi, fps, audio). Kedua, prinsip edit minimum (potong bagian awal dan buka video dengan sesuatu yang layak ditonton). Ketiga, judul dan thumbnail. Keempat, kualitas upload. Cukup jalani empat hal ini berurutan dan kamu bisa menyelesaikan video pertama tanpa kebingungan, bahkan di percobaan pertama. Artikel ini adalah checklist langkah demi langkah yang mengikuti urutan itu.

Langkah 1: Yang Perlu Diputuskan Sebelum Merekam

Sebelum menekan tombol rekam, tentukan dulu dua hal. Pertama, video seperti apa yang mau kamu buat. Mau menampilkan satu match penuh atau hanya kompilasi highlight dari momen terbaik, itu menentukan apa saja yang perlu disimpan. Kedua, perkiraan durasi. Untuk video pertama, lebih baik singkat dan padat sekitar 3 sampai 5 menit daripada bertele-tele, supaya penonton bertahan sampai akhir. Begitu dua hal ini jelas, kamu tahu apa yang harus diperhatikan saat merekam.

Langkah 2: Cek Setting Rekaman

Delapan dari sepuluh bagian kualitas video ditentukan saat merekam. Kualitas yang tidak ada sejak awal sulit dimunculkan lewat edit, jadi yang paling penting adalah benar sejak pertama kali merekam. Untuk video pertama, cek nilai-nilai berikut.

  • Resolusi: 1080p (Full HD) sebagai patokan. Walaupun monitormu beresolusi lebih tinggi, merekam di 1080p sudah lebih dari cukup.
  • Frame rate: 60fps. Video game bergerak cepat, jadi 60fps terlihat jauh lebih mulus daripada 30fps.
  • Pisahkan audio: Kalau bisa, taruh suara game dan suara mic di track terpisah. Nanti gampang mengatur volume salah satunya saja atau membuang salah satunya.
  • Lokasi simpan dan kapasitas: File rekaman cenderung besar, jadi cek dulu sisa ruang di folder penyimpanan.
Tips praktis: Sebelum rekaman sungguhan, coba rekam tes 10 detik untuk memastikan suara game dan suaramu sama-sama masuk dengan baik. Kebanyakan kecelakaan di video pertama adalah mic yang tidak tertangkap atau suara game yang hilang.

Langkah 3: Cek Mic dan Suara

Di video pemula, masalah suara lebih cepat terasa daripada masalah gambar. Kalau suara game terlalu keras sampai suaramu tenggelam, atau bunyi keyboard dan mouse masuk berlebihan, penonton cepat pergi. Kamu tidak butuh mic mahal. Mic headset pun cukup untuk video pertama, asal jarak ke mulut konsisten dan volume game diatur sedikit lebih pelan dari suaramu. Kalau audio direkam terpisah, keseimbangannya bisa diatur ulang saat edit.

Langkah 4: Edit Cukup dengan Prinsip Minimum

Untuk video pertama, kuncinya adalah alur yang enak ditonton, bukan efek yang heboh. Kalau kamu membayangkan edit sebagai pekerjaan besar, kamu bahkan tidak akan mulai. Cukup pegang prinsip minimum berikut dan kualitas videomu naik drastis.

  • Potong bagian awal: Buang tanpa ragu loading game, waktu menunggu, dan bagian yang tidak ada kejadiannya.
  • Pembuka yang menarik: Tampilkan sekilas momen terbaik atau hasil akhirnya di beberapa detik pertama supaya orang tetap menonton.
  • Buang bagian membosankan: Potong bagian yang lambat supaya tempo tetap cepat.
  • Penutup: Akhiri dengan salam singkat atau cuplikan video berikutnya.

Subtitle, musik latar, dan efek suara adalah tambahan kalau kamu punya waktu, bukan keharusan. Tujuan video pertama bukan kesempurnaan, tetapi menyelesaikannya sampai upload. Cukup tonjolkan momen kunci dengan baik, seperti ace di VALORANT atau teamfight comeback di League of Legends, dan videomu sudah layak ditonton.

Langkah 5: Judul dan Thumbnail

Yang membuat orang mengklik video bukan isinya, melainkan judul dan thumbnail. Judul harus langsung menunjukkan nama game dan jenis videonya. Misalnya, daripada sekadar 'satu match', tulis spesifik seperti 'Clutch Match Saat Aku Dapat Ace Pertama di VALORANT'. Untuk thumbnail, satu momen paling menentukan dengan satu atau dua kata besar di atasnya lebih menonjol daripada tangkapan layar game yang buram.

Tips praktis: Buat judul dan thumbnail menunjuk ke momen yang sama. Momen yang dijanjikan thumbnail harus benar-benar muncul di video supaya penonton bertahan sampai akhir.

Langkah 6: Cek Kualitas dan Setting Tepat Sebelum Upload

Langkah terakhir adalah setting upload. Kualitas sering turun di tahap export dan upload, jadi cek sekali lagi di sini.

  • Resolusi export: Export di 1080p atau lebih, sama dengan rekamannya.
  • Kualitas upload: Upload minimal 1080p. Tepat setelah upload, kualitasnya bisa terlihat rendah sementara, tetapi akan naik ke kualitas normal setelah pemrosesan (encoding) selesai.
  • Deskripsi: Tambahkan satu atau dua kalimat tentang isi video plus nama game supaya mudah ditemukan lewat pencarian.
  • Visibilitas: Awalnya kamu bisa upload sebagai tidak publik (unlisted), cek kualitas dan suara di layarmu sendiri, lalu ubah ke publik.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Kesalahan yang berulang di video pertama hampir selalu sama. Kalau sudah tahu dari awal, kamu bisa langsung menghindarinya.

  • Merekam satu match penuh dengan mic yang tidak tertangkap dan baru sadar belakangan.
  • Merekam di 30fps sehingga adegan cepat terlihat patah-patah.
  • Tidak memotong loading dan waktu menunggu di awal, jadi pembukanya bertele-tele.
  • Rekaman belum menyala saat highlight terjadi, sehingga momen terbaik terlewat.
  • Mencoba mengedit dengan sempurna, tidak pernah selesai, dan akhirnya menunda upload.

Dari semuanya, yang paling disesali adalah nomor empat, kehilangan highlight sama sekali. Momen hebat selalu terjadi saat rekaman tidak menyala. Masalah ini selesai dengan mengubah cara merekamnya.

Memotong klip di editor DOR
Memotong klip di editor DOR

Buat Video Pertamamu Lebih Cepat dengan DOR

Mengikuti checklist di atas biasanya berarti bolak-balik antara program rekam, alat klip, dan editor yang terpisah. DOR menyatukan ketiganya di satu tempat, jadi video pertamamu bisa cepat jadi. DOR otomatis mendeteksi saat game yang didukung dijalankan dan merekam di latar belakang, sehingga kecil kemungkinan kamu lupa menekan rekam dan kehilangan highlight. Di game dengan klip otomatis seperti VALORANT dan League of Legends, momen kill otomatis dipotong menjadi klip pendek dan dikumpulkan, dan klip itu bisa kamu rapikan lalu export langsung di layar yang sama.

Berkat itu, cukup dengan memainkan VALORANT atau League of Legends, bahan video pertamamu terkumpul dengan sendirinya. Pilih klip yang mau dipakai, rapikan sedikit bagian awalnya, export di 1080p, lalu upload, dan selesai. Menyelesaikan rekaman, klip, dan edit di satu tempat tanpa harus belajar banyak alat adalah perbedaan terbesar bagi yang baru mulai.

Singkatnya, urutan video pertama itu jelas. Rekam di 1080p dan 60fps dengan audio terpisah, edit dengan memotong bagian awal di sekitar highlight, beri judul dengan nama game dan thumbnail satu momen, lalu upload di 1080p. Selesai dan upload lebih penting daripada sempurna, dan dengan DOR proses itu jadi jauh lebih singkat.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: Perekam game DOR →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Video game pertama sebaiknya direkam di kualitas berapa?

Jadikan resolusi 1080p (Full HD) di 60fps sebagai patokan. Video game bergerak cepat, jadi 60fps terlihat jauh lebih mulus daripada 30fps. Walaupun monitormu beresolusi lebih tinggi, rekam di 1080p dan upload di 1080p sudah cukup untuk video pertama.

Bagaimana menyeimbangkan suara mic dan suara game?

Kalau bisa, paling baik pisahkan suara game dan mic ke track berbeda sejak tahap rekam. Dengan begitu, saat edit kamu gampang mengatur volume salah satunya atau membuang salah satunya. Kalau sulit dipisah, atur volume game sedikit lebih pelan dari suaramu supaya suaramu tidak tenggelam.

Aku tidak jago edit. Apa boleh tetap upload video pertama?

Boleh. Untuk video pertama, kuncinya alur yang enak ditonton, bukan efek heboh. Cukup buang bagian kosong seperti loading dan menunggu, tampilkan momen bagus di beberapa detik pertama, dan potong bagian yang lambat. Subtitle dan musik bukan keharusan, hanya tambahan kalau kamu punya waktu.

Bagaimana menentukan judul dan thumbnail?

Tulis judul yang langsung menunjukkan nama game dan jenis videonya. Lebih baik spesifik, misalnya 'Clutch Match dengan Ace Pertamaku di VALORANT', daripada sekadar 'satu match'. Untuk thumbnail, taruh satu atau dua kata besar di atas momen paling menentukan, dan pastikan momen yang dijanjikan judul benar-benar muncul di video.

Kenapa membuat video pertama lebih mudah dengan DOR?

Biasanya kamu harus bolak-balik antara program rekam, alat klip, dan editor yang terpisah, sedangkan DOR menyatukan ketiganya di satu tempat. DOR otomatis mendeteksi saat game yang didukung dijalankan dan merekam di latar belakang; di game dengan klip otomatis seperti VALORANT dan League of Legends, momen kill langsung dipotong jadi klip. Jadi highlight lebih jarang terlewat, dan klip yang terkumpul bisa kamu rapikan lalu export di layar yang sama.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

DOR mendeteksi event dalam game yang didukung dan otomatis menyimpan momen itu sebagai klip