← Blog

Cara Menyimpan Highlight Saja dengan OBS Replay Buffer: Setting Instant Replay Lengkap (2026)

Cara menyimpan highlight saja dengan OBS Replay Buffer: grafik ringkasan langkah demi langkah
Poin penting
  • Replay buffer terus menyimpan N detik terakhir (biasanya 20 sampai 30 detik) di memori, dan begitu kamu menekan hotkey, hanya bagian itu yang disimpan jadi file.
  • Buka Settings lalu Output, aktifkan replay buffer, atur waktu maksimum dan hotkey, lalu tekan "Start Replay Buffer" sebelum main.
  • Kelemahan terbesarnya: kamu harus menekan hotkey sendiri di momen penting. Tidak ada deteksi otomatis, jadi kalau lupa, momen itu hilang.
  • DOR otomatis mendeteksi kill dan highlight lalu menyimpannya jadi klip tanpa perlu menekan tombol, jadi masalah "lupa menekan" hilang sepenuhnya.

Kalau merekam sesi main secara penuh, file kamu bisa menumpuk beberapa GB per jam, padahal yang sebenarnya ingin kamu tonton cuma beberapa momen 10 detik yang terselip di dalamnya. Menonton ulang rekaman panjang itu untuk mencari dan memotong bagiannya juga bukan pekerjaan ringan. "Replay Buffer" di OBS, yang biasa disebut instant replay, menyelesaikan masalah ini dari arah sebaliknya. Bukannya menyimpan semuanya lalu memotong belakangan, fitur ini langsung mengambil "momen barusan" saat momen itu terjadi. Artikel ini membahas cara kerja replay buffer, langkah setting di OBS, beban encoding, serta keterbatasan jelas cara ini dan alternatifnya.

Apa Itu Replay Buffer? Cara Kerja Menyimpan N Detik Terakhir di Memori

Replay buffer terus menyimpan rekaman "N detik terakhir" saja di memori (RAM) komputer kamu. Misalnya diatur 30 detik, OBS akan selalu menyimpan 30 detik video terakhir di memori dan terus membuang bagian yang lebih lama. Anggap saja ini "buffer melingkar" yang berjalan sepenuhnya di memori dan tidak pernah menulis file ke disk.

Lalu, saat momen keren terjadi dan kamu menekan hotkey, N detik terakhir yang sedang tersimpan di memori langsung disimpan menjadi satu file video. Berbeda dengan rekaman biasa yang merekam "setelah" kamu menekan tombol rekam, poin utamanya adalah kamu bisa mundur dan menyelamatkan momen yang sudah lewat. Konsepnya sama dengan instant replay di konsol atau fitur "instant replay" di overlay kartu grafis kamu.

Langkah demi Langkah Setting OBS Replay Buffer

Replay buffer sudah bawaan OBS, jadi tidak perlu instal tambahan. Cukup aktifkan dengan urutan berikut.

Langkah 1: Aktifkan Replay Buffer di Setting Output

Buka Settings lalu Output. Kalau output mode di bagian atas adalah "Simple", kotak centang "Enable Replay Buffer" langsung terlihat di situ; kalau "Advanced", akan muncul tab "Replay Buffer" tersendiri. Setelah kotak ini dicentang, muncul kolom untuk mengisi waktu replay maksimum (dalam detik).

Langkah 2: Atur Waktu Maksimum 20 sampai 30 Detik

Kami sarankan waktu replay maksimum 20 sampai 30 detik. Itu sudah cukup untuk menangkap kill, teamfight, atau satu play besar, dan kalau diatur lebih lama, memori yang terpakai juga makin besar. Karena rekaman sepanjang itu harus selalu ada di memori, menaikkannya ke 60 atau 120 detik membuat pemakaian RAM membengkak. Kalau butuh ruang lebih di awal dan akhir momen, 30 detik lebih aman daripada 20.

Langkah 3: Pasang Hotkey Simpan

Buka Settings lalu Hotkeys, dan pasang tombol yang gampang dijangkau ke "Save Replay Buffer". Tombol yang tidak bentrok dengan kontrol game, seperti F9 atau kombinasi Ctrl, cocok dipakai. Inilah tombol yang akan kamu tekan di momen penting. Pastikan tombolnya juga terbaca saat di dalam game, dan cek tidak bentrok dengan hotkey lain.

Langkah 4: Tekan "Start Replay Buffer" untuk Bersiaga

Setelah diatur, tombol "Start Replay Buffer" muncul di panel kontrol sebelah kanan layar utama OBS. Kamu harus menekan tombol ini sebelum main supaya OBS benar-benar mulai menyimpan N detik terakhir di memori. Kalau tidak ditekan, tidak ada yang bisa disimpan berapa kali pun kamu menekan hotkey. Saat selesai main, tekan "Stop Replay Buffer".

Tips pro: Menekan "Start Replay Buffer" setiap kali membuka game itu gampang terlupa. Aktifkan opsi "Automatically start replay buffer" di Settings lalu General, supaya buffer langsung jalan begitu OBS dibuka dan satu langkah bisa dilewati.

Beban Encoding: Lebih Ringan dari Rekam Penuh, tapi Tetap Ada

Replay buffer tetap meng-encode layar secara real time dan menumpuknya di memori, jadi beban encoding-nya sendiri mirip rekaman biasa. Yang membuatnya lebih ringan adalah tidak terus-menerus menulis ke disk dan panjang yang disimpan cuma N detik. Di sini pun, kuncinya ada di encoder.

Di Settings lalu Output, ganti encoder ke "NVIDIA NVENC H.264" alih-alih software (x264), maka beban encoding pindah ke chip khusus di GPU dan frame drop di game berkurang drastis. Kalau dibiarkan di x264, CPU harus menangani game dan encoding sekaligus, yang bisa dengan mudah bikin lag terasa di game yang sensitif frame rate seperti Valorant atau Overwatch. Resolusi dan bitrate yang terlalu tinggi menaikkan pemakaian memori sekaligus beban, jadi kami sarankan mulai dari sekitar 720p/30fps.

  • Encoder: NVIDIA NVENC H.264 alih-alih software (x264), supaya beban CPU pindah ke GPU
  • Waktu replay maksimum: 20 sampai 30 detik (makin lama, makin banyak memori terpakai)
  • Resolusi dan frame rate: mulai dari 720p/30fps kalau terasa berat, 1080p/60fps kalau masih lega
  • Auto-start replay buffer: aktifkan supaya tidak perlu menekan "Start"

Batas Replay Buffer: Ujung-ujungnya Manusia yang Harus Menekan Tombol

Replay buffer jelas fitur yang cerdik, tapi punya satu keterbatasan mendasar: fitur ini tidak bisa "mendeteksi" momen highlight. Ia hanya menyimpan N detik terakhir; OBS tidak tahu apakah itu pentakill atau sekadar jalan-jalan biasa. Jadi pada akhirnya, tepat setelah momen penting lewat, kamu sendiri yang harus menekan hotkey.

Masalahnya, makin luar biasa momennya, makin sibuk tangan kamu dengan kontrol game. Menekan hotkey simpan di 3 detik saat teamfight pecah di League of Legends, atau saat kamu menyapu bersih tim lawan dengan ultimate di Overwatch, bukan hal mudah. Lupa karena terbawa suasana, atau menekan terlambat sehingga awal momennya terpotong, sering terjadi. "Tidak ada deteksi otomatis" adalah kelemahan terbesar replay buffer.

Tips pro: Kalau khawatir sering telat menekan hotkey, atur waktu maksimum agak longgar di 30 detik. Dengan begitu ada ruang supaya bagian awalnya tetap tersimpan, meski kamu menekan beberapa detik setelah momen selesai.

Bagaimana Kalau Tidak Perlu Menekan Tombol? Deteksi Otomatis DOR

Kalau masalah utama kamu adalah "lupa menekan", jawabannya adalah cara yang sejak awal tidak mengharuskan kamu menekan apa pun. Seperti replay buffer, DOR menyimpan bagian terbaru, tetapi alih-alih hotkey, DOR otomatis mendeteksi kill dan highlight di dalam game dan menyimpan momen itu sebagai klip. Kamu tidak perlu melepas tangan dari game di momen penting.

Setelah diinstal, DOR langsung bekerja otomatis begitu kamu membuka game yang didukung seperti Valorant, League of Legends, atau Overwatch, dan saat kamu keluar, highlight sudah terkumpul jadi klip. Tiga langkah yang harus kamu lakukan sendiri di OBS, yaitu "menyalakan replay buffer, menghafal hotkey, dan menekannya di momen penting", hilang sepenuhnya. Encoding hardware NVENC jadi default sehingga bebannya ringan, dan gratis tanpa watermark.

Kesimpulannya, kalau kamu ingin memilih sendiri momen mana yang disimpan dan sekaligus mengurus streaming dan editing, OBS replay buffer adalah alat gratis yang andal. Tapi kalau masalah sebenarnya adalah "nggak mau ketinggalan momen bagus, tapi selalu lupa menekan tombol", DOR yang menghapus beban itu lewat deteksi otomatis adalah cara paling praktis. Lihat contoh klip otomatis di halaman game yang paling sering kamu mainkan: Valorant, League of Legends, Overwatch.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: Perekam game DOR →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Apakah OBS replay buffer gratis?

Ya, sepenuhnya gratis. Replay buffer sudah bawaan OBS Studio, jadi tanpa instal tambahan atau bayar apa pun kamu bisa langsung memakainya cukup dengan mengaktifkannya di Settings lalu Output. Video yang disimpan juga tanpa watermark.

Saya selalu lupa menekan hotkey di momen penting. Bisakah disimpan otomatis?

OBS replay buffer sendiri tidak punya deteksi highlight otomatis, jadi meski bagian terbaru tersimpan, ujung-ujungnya tetap harus ada yang menekan hotkey untuk menyimpannya. Untuk menyimpan otomatis tanpa hotkey, kamu butuh cara deteksi otomatis seperti DOR, yang mendeteksi kill dan highlight lalu membuat klip.

Apakah menyalakan replay buffer bikin game jadi lambat?

Replay buffer melakukan encoding real time, jadi bebannya tidak nol, tetapi mengatur encoder ke NVIDIA NVENC memindahkan beban ke GPU dan menjaga frame drop tetap kecil. Dengan software (x264), beban CPU bertambah dan lag bisa muncul, jadi kalau terasa lambat, langkah pertama adalah ganti encoder ke NVENC lalu turunkan resolusi dan frame rate.

Apa bedanya dengan instant replay di konsol (PlayStation, Xbox)?

Prinsipnya sama. Keduanya menyimpan N detik terakhir di memori lalu menyimpannya. Bedanya, di konsol cukup sekali tekan tombol dan sistem mengurus semuanya, sedangkan di OBS replay buffer kamu harus mengatur sendiri setting output, hotkey, dan menyalakan buffer. Sebagai gantinya, OBS memungkinkan kamu bebas mengatur kualitas, encoder, dan panjang rekaman di PC.

Berapa detik sebaiknya panjang replay buffer?

Kami sarankan 20 sampai 30 detik. Itu cukup untuk menangkap kill atau teamfight, dengan ruang supaya bagian awalnya tetap tersimpan meski kamu telat beberapa detik menekan hotkey. Mengaturnya lebih dari 60 detik akan terus memakan memori sebesar itu, jadi naikkan ke sekitar 30 detik saja kalau kamu butuh ruang di awal dan akhir momen.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

Tergantung game, DOR menyimpan klip lewat deteksi event atau analisis highlight otomatis