Langsung ke kesimpulan. Kalau frame kamu anjlok begitu rekaman dinyalakan, itu bukan karena spek komputer kurang. Penyebabnya kebanyakan ada di jenis encoder video. Encoder x264 (software) yang jadi default meminjam CPU yang sama dengan game untuk mengompres video, jadi game dan rekaman berebut sumber daya yang sama. Ganti ke NVENC, encoder khusus GPU, dan perebutan ini hilang sehingga frame kamu kembali hampir sepenuhnya.
Kalau dilihat dari angka nyata, bedanya jelas. Merekam dengan preset x264 veryfast memangkas frame game sekitar 17%, yang di lingkungan 144 frame berarti rata-rata 20-30 frame hilang. Sebaliknya, NVENC menyerahkan encoding ke chip terpisah di dalam GPU, jadi di kondisi yang sama kehilangannya hanya satu digit. Ikuti saja urutan di bawah.
Prioritas Utama: Ganti Encoder dari x264 ke NVENC
Ini hal pertama yang harus dilakukan, dan efeknya paling besar. Di OBS, ubah Settings > Output > Output Mode ke Advanced, lalu cek item Encoder di tab Recording. Kalau di situ tertulis x264 (software), inilah biang yang memakan frame kamu.
- Kartu grafis NVIDIA (GTX 16xx, RTX generasi sebelumnya): pilih NVENC H.264 atau NVENC HEVC
- Kartu grafis AMD (seri RX): pilih AMD HW H.264 (AVC)
- Grafis terintegrasi Intel (Iris Xe ke atas): pilih QuickSync H.264
Hanya dengan mengganti encoder ke NVENC, perhitungan kompresi yang tadinya dikerjakan CPU sepenuhnya diserahkan ke chip encoding khusus di GPU. Chip ini terpisah secara fisik dari CUDA core yang menggambar game, jadi meski rekaman menyala, hampir tidak ada dampak ke render game. Bedanya paling terasa di match yang sensitif terhadap frame seperti Valorant dan League of Legends.
- 1Prioritas Utama: Ganti Encoder dari x264 ke NVENC
- 2Prioritas Kedua: Kalau Tidak Bisa Pakai NVENC, Turunkan Preset x264, Resolusi, dan FPS
Prioritas Kedua: Kalau Tidak Bisa Pakai NVENC, Turunkan Preset x264, Resolusi, dan FPS
Kalau kamu tidak punya kartu grafis diskrit dan terpaksa memakai x264, atur ke arah yang mengurangi beban CPU. Di Settings > Output > setting x264, turunkan CPU Usage Preset satu tingkat dari default veryfast ke superfast atau ultrafast. Makin cepat preset-nya, makin sedikit CPU yang dipakai, tapi untuk mempertahankan kualitas yang sama kamu perlu sedikit menaikkan bitrate.
Kalau masih terlalu berat, turunkan beban rekamannya sendiri. Kuncinya adalah mengurangi jumlah piksel dan frame yang harus diproses encoder.
- Resolusi: Menurunkan Settings > Video > Output (Scaled) Resolution dari 1920x1080 ke 1280x720 memangkas beban encoding hingga kurang dari setengah.
- Frame rate: Menurunkan nilai Common FPS dari 60 ke 30 membagi dua jumlah frame yang diproses per detik.
- Batas frame in-game: Membatasi frame di dalam game ke 60 atau 120 memberi GPU ruang lega dan menstabilkan encoding.
Diagnosis Cepat per Penyebab
Kami susun bagian mana yang disentuh duluan berdasarkan gejalanya. Setelah mengecek di Task Manager apakah peringatan encoding overload OBS muncul, apakah hanya CPU yang melonjak, atau apakah GPU sudah 100%, lihat baris yang cocok.
- Frame anjlok + pemakaian CPU melonjak begitu rekaman mulai → sedang pakai x264. Ganti ke NVENC (prioritas utama)
- Peringatan encoding overload sering muncul → atur preset ke ultrafast, turunkan resolusi dan FPS (prioritas kedua)
- GPU sudah penuh di 99-100% → turunkan opsi grafis game satu tingkat untuk memberi ruang bagi encoding
- Frame aman tapi hanya file rekamannya yang patah-patah → disk penyimpanan lambat; ganti lokasi simpan ke SSD
- Drop hanya di game berat seperti PUBG → batas frame in-game + NVENC sekaligus
x264 vs NVENC: Apa Bedanya?
Kalau tahu beda kedua encoder ini, jelas kenapa NVENC adalah jawabannya. Dulu ada anggapan x264 kualitasnya lebih bagus, tapi NVENC sejak generasi Turing menghasilkan kualitas setara preset medium x264 sambil hampir tidak menyentuh frame game. Di adegan dengan gerakan intens, ada juga yang menilai NVENC lebih sedikit ghosting-nya.
- x264: mengompres di CPU → bersaing dengan game untuk sumber daya → kehilangan sekitar 17% di veryfast, rata-rata 20-30 frame
- NVENC: mengompres di chip khusus GPU → terpisah dari render game → kehilangan frame satu digit
- Kualitas: NVENC terbaru setara x264 medium, kuat di adegan action berkualitas tinggi
- Kesulitan setup: x264 butuh atur preset dan bitrate manual, sedangkan NVENC praktis aman dengan setting default
Kalau Setting-nya Merepotkan: DOR Pakai NVENC Secara Default
Seperti yang mungkin kamu rasakan sampai sini, OBS mengharuskan kamu mencari dan mengganti encoder sendiri, serta mengatur preset dan bitrate secara manual. Salah sekali, dan kamu akan bermain tanpa sadar frame bocor setiap kali merekam. DOR menghilangkan proses ini sepenuhnya. Hardware encoding NVENC sudah jadi default sejak awal, jadi begitu di-install dan dinyalakan, DOR merekam dengan beban rendah tanpa setup terpisah.

Berkat itu, kamu bisa terus menyalakan rekaman bahkan di game di mana satu frame menentukan menang atau kalah, seperti Valorant atau Overwatch. Saat momen keren terjadi, tinggal potong dan simpan, jadi kamu tidak perlu buang waktu bergulat dengan setting encoder. Kalau ingin langsung merekam tanpa khawatir FPS drop, DOR adalah jalan tercepat. Lihat cara kerja capture berbasis NVENC ini di halaman perekam VALORANT.
Ringkasnya, saat FPS drop ketika merekam, urutannya sederhana. Ganti encoder ke NVENC, kalau tidak bisa, turunkan preset, resolusi, dan FPS, dan kalau itu pun merepotkan, pakai alat yang default-nya NVENC. Sebelum menyalahkan spek, cek encoder dulu. Biasanya masalahnya selesai di situ.


