← Blog

Alternatif oCam dan GomCam: Software Rekam Otomatis yang Fokus ke Game (2026)

Alternatif oCam dan GomCam — grafik ringkasan bertahap
Poin penting
  • oCam dan GomCam adalah perekam layar serbaguna yang juga dipakai untuk kuliah online, meeting, dan tutorial, populer di Korea dan mudah dipakai.
  • Tapi kalau tujuan utamanya merekam game, masih tersisa masalah FPS turun, rekaman harus dimulai manual, dan beban mencari highlight sendiri di video panjang.
  • DOR otomatis mendeteksi game, di game yang didukung menyimpan kill dan highlight sebagai klip, dan mengurangi FPS drop dengan hardware encoding NVENC.
  • Kalau butuh rekaman serbaguna, pilih oCam atau GomCam; kalau tujuannya merekam game, DOR adalah pilihan yang lebih pas dengan kebutuhan.

Langsung ke kesimpulan: oCam dan GomCam benar-benar bagus sebagai perekam layar serbaguna, tapi lemah di fitur khusus game (klip otomatis, deteksi game, encoding ringan). Untuk merekam seluruh layar, seperti kuliah online, meeting, atau tutorial, keduanya pilihan bagus dan praktis. Tapi kalau tujuan utama merekam adalah game, yaitu ingin menyimpan momen permainan bagus tanpa terlewat, kamu butuh alternatif yang dirancang untuk game. Artikel ini mengakui kelebihan oCam dan GomCam apa adanya sambil membandingkan DOR secara jujur dari sudut pandang merekam game.

oCam dan GomCam sejak awal memang bukan khusus game

Pertama, soal karakternya: oCam dan GomCam bukan alat khusus game, melainkan perekam layar serbaguna yang bisa merekam apa saja. Bisa merekam apa pun yang ada di monitor, entah game, browser, atau slide kuliah, adalah kelebihannya, dan itulah alasan keduanya paling banyak dipakai di Korea. Tapi keserbagunaan ini tidak otomatis jadi kelebihan di game. Karena hanya merekam seluruh layar atau area tertentu, program tidak tahu konteks game (kapan momen bagus terjadi, proses mana yang merupakan game).

Batas nyata dari sudut pandang merekam game

Masalah paling umum adalah performa, yaitu FPS drop. Di oCam, memakai codec software (seperti Open H.264) dengan kualitas tinggi membuat penggunaan CPU melonjak dan bisa menurunkan FPS game, dan kalau game melambat ke 30 FPS, rekamannya juga tersimpan di 30 FPS. Dokumentasi resmi oCam sendiri menyarankan memakai hardware encoder seperti NVIDIA NVENC untuk game berat supaya hampir tidak ada FPS drop. GomCam juga mengklaim menurunkan beban lewat optimasi CPU, tapi pada akhirnya tanpa memanfaatkan akselerasi hardware dengan benar, sulit sepenuhnya menghindari FPS drop di game spek tinggi.

Yang kedua adalah operasi manual. Kedua program mengharuskan orang menekan tombol rekam untuk mulai, jadi sering terjadi kamu baru sadar rekaman belum dinyalakan setelah teamfight meledak. Yang ketiga adalah beban editing. Merekam seluruh game dari awal sampai akhir menyisakan puluhan menit video, dan kamu sendiri yang harus mencari lalu memotong kill atau highlight di dalamnya. Ada juga sesekali laporan program diblokir berjalan karena bentrok dengan anti-cheat seperti GameGuard. Singkatnya, ini batas dari alat serbaguna yang tidak mengenal konteks game.

Akui dulu kelebihan oCam dan GomCam

Bukan berarti oCam dan GomCam program yang jelek. Keduanya jauh lebih ringan dan simpel dioperasikan dibanding alat siaran seperti OBS, jadi cukup instal, tekan tombol, dan layar langsung terekam. Karena sudah lama dipakai luas di Korea, panduan dan sumber berbahasa Korea sangat melimpah, dan keserbagunaannya untuk kuliah online, meeting, tutorial, sekaligus game dalam satu alat adalah kelebihan yang jelas. Kalau tujuanmu sekadar menyimpan layar sebagai video, keduanya tetap pilihan bagus. Masalahnya, saat game saja yang jadi tujuan utama, kelebihan itu tidak berlanjut ke fitur khusus game.

Alternatifnya DOR, merekam otomatis sesuai kebutuhan game

DOR adalah program gratis yang sejak awal dibuat untuk merekam game. Karena alat untuk game, bukan perekam layar serbaguna, DOR menyelesaikan secara otomatis sesuai konteks game tiga hal yang kurang di oCam dan GomCam (mulai manual, edit manual, beban FPS). Sepenuhnya gratis dan bisa dipakai tanpa watermark atau batas durasi rekaman.

Deteksi game otomatis dan klip kill otomatis

Perbedaan utama DOR adalah otomatisasi. Cukup biarkan terinstal, DOR mendeteksi saat game dibuka, mulai merekam di latar belakang, dan di game yang didukung seperti LoL dan Valorant otomatis memotong momen kunci seperti kill, ace, dan pentakill menjadi klip pendek. Di game lain, seluruh permainan terekam dan momen penting bisa langsung disimpan dengan F8 (30 detik terakhir). Tidak perlu menekan tombol rekam, jadi masalah "lupa menyalakan rekaman dan highlight terlewat" yang sering terjadi di oCam dan GomCam hilang sepenuhnya. Ronde ace di Valorant atau pentakill di League of Legends sudah terkumpul sebagai highlight saat kamu menutup game, jadi tidak perlu menggulir video panjang.

Momen penentu saat bermain game
Momen penentu saat bermain game

Rekaman ringan dengan hardware encoding NVENC

Dari sisi performa, DOR memanfaatkan hardware encoder seperti NVIDIA NVENC untuk menyerahkan rekaman ke GPU. Berbeda dengan software encoding lewat CPU, cara ini lebih sedikit memakan FPS game, jadi pendekatan yang direkomendasikan dokumentasi oCam (meminimalkan FPS drop dengan hardware encoding) langsung jadi default. Saat kamu ingin main mulus di game spek tinggi sambil menyimpan highlight, perbedaannya sangat terasa.

Sekilas: oCam, GomCam, DOR

  • Karakter: oCam perekam layar serbaguna / GomCam perekam layar serbaguna / DOR rekaman khusus game
  • Deteksi game otomatis: oCam tidak ada / GomCam tidak ada / DOR ada (otomatis mengenali Valorant, LoL, dll.)
  • Klip highlight otomatis: oCam tidak ada (edit manual) / GomCam tidak ada (edit manual) / DOR otomatis menyimpan kill dan highlight di game yang didukung, F8 untuk game lain
  • Encoding ringan: oCam mendukung NVENC kalau diatur (default beban CPU tinggi) / GomCam fokus optimasi CPU / DOR hardware encoding NVENC secara default
  • Harga: oCam gratis (dengan iklan), ada versi berbayar / GomCam uji coba gratis, berbayar / DOR sepenuhnya gratis
  • Rekam layar selain game: oCam kuat / GomCam kuat / DOR fokus ke game
Tips praktis: kalau yang paling terasa kurang di oCam dan GomCam adalah "lupa menyalakan rekaman" dan "mencari lalu memotong kill di video panjang", DOR menghilangkan keduanya dengan deteksi game otomatis dan klip kill otomatis di game yang didukung. Kamu bisa langsung mulai tanpa bayar.

Kesimpulan: pilih sesuai tujuan

Ringkasnya, kalau kamu harus merekam bukan hanya game tapi juga kuliah online, meeting, dan tutorial dalam satu alat, alat serbaguna seperti oCam atau GomCam tetap pilihan bagus. Sebaliknya, kalau intinya "tujuan utama merekam adalah game, aku ingin aksi bagus terkumpul sendiri, dan FPS drop juga berkurang", alternatif yang paling praktis adalah DOR. Cek setting yang direkomendasikan dan contoh klip otomatis sungguhan di halaman game favoritmu: Valorant, League of Legends.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: Perekam game DOR →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Apakah merekam game dengan oCam atau GomCam bikin FPS turun?

Bisa, tergantung setting-nya. Memakai codec software dengan kualitas tinggi menaikkan penggunaan CPU dan menurunkan FPS game, dan kalau game melambat ke 30 FPS, rekamannya juga tersimpan di 30 FPS. Dokumentasi resmi oCam juga menyarankan memakai hardware encoder seperti NVIDIA NVENC untuk game berat supaya hampir tidak ada FPS drop. GomCam juga menekankan optimasi CPU, tapi sulit sepenuhnya menghindari penurunan di game spek tinggi.

Apakah oCam dan GomCam sama sekali tidak bisa dipakai merekam game?

Tidak begitu. Keduanya bisa merekam layar game, dan karena ringan serta simpel, cukup untuk merekam keseluruhannya. Hanya saja, keduanya tidak punya fitur mendeteksi game secara otomatis atau memilih kill dan highlight saja untuk disimpan sebagai klip, jadi highlight harus dicari dan dipotong sendiri. Itulah bedanya dengan alat khusus game.

Kalau tujuan utamanya merekam game, program mana yang lebih baik?

Kalau game jadi tujuan utama, DOR yang fokus ke game lebih pas. DOR otomatis mendeteksi saat game dibuka dan merekam di latar belakang, di game yang didukung otomatis menyimpan momen seperti kill, ace, dan pentakill sebagai klip, dan mengurangi FPS drop dengan hardware encoding NVENC. Sebaliknya, kalau butuh rekaman serbaguna seperti kuliah online dan meeting, oCam atau GomCam lebih cocok.

Kalau pindah ke DOR, apakah aku harus mengedit highlight sendiri?

Di game yang didukung seperti LoL, Valorant, PUBG, dan CS2, tidak. DOR otomatis mendeteksi momen kunci seperti kill, ace, dan pentakill lalu menyimpan bagian itu saja sebagai klip pendek, jadi tidak perlu menggulir video panjang dan memotongnya sendiri. Di game lain, seluruh permainan terekam dan kamu bisa menyimpan 30 detik terakhir dengan F8. Saat game ditutup, highlight sudah tersusun, jadi bisa langsung dibagikan atau cukup dirapikan ke format vertikal.

Apakah DOR juga gratis? Ada watermark?

DOR sepenuhnya gratis, tidak meninggalkan watermark di video rekaman, dan tidak membatasi durasi satu rekaman. Kamu bisa langsung memakai fitur khusus game seperti deteksi game otomatis, klip kill otomatis, dan rekaman NVENC yang ringan tanpa bayar.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

DOR mendeteksi event dalam game yang didukung dan otomatis menyimpan momen itu sebagai klip