← Blog

Cara Mengurangi Input Lag di Game: Panduan Langkah demi Langkah untuk Setting Monitor, Grafis, dan VSync

Cara mengurangi input lag di game: grafik ringkasan langkah demi langkah
Poin penting
  • Urutan tercepat untuk mengurangi input lag: matikan VSync, aktifkan mode low-latency, atur monitor, lalu batasi frame.
  • VSync mencegah screen tearing tetapi membuat respons telat sesaat, jadi lebih baik dimatikan di game yang mengandalkan reaksi.
  • Mengaktifkan NVIDIA Reflex atau Low-Latency Mode Ultra mencegah frame menumpuk berlebihan sehingga lag berkurang.
  • Batasi frame sedikit di bawah refresh rate monitor dan pakai mode fullscreen agar respons terasa lebih stabil.

Langsung ke kesimpulannya: input lag di game umumnya turun drastis kalau kamu mengatasi empat hal secara berurutan: matikan VSync, aktifkan mode low-latency, atur monitor ke refresh rate-nya, dan batasi frame sedikit di bawah refresh rate itu. Tanpa membeli perangkat baru yang mahal, cukup ubah setting di setup yang ada sekarang, dan kecepatan layar mengikuti gerakan mouse akan terasa berbeda. Ikuti di bawah ini, satu penyebab setiap kali.

Mulai dari apa itu input lag

Input lag adalah jeda sejak kamu menekan mouse atau tombol sampai hasilnya digambar di layar. Jeda ini tidak berasal dari satu tempat; ini adalah jumlah dari beberapa tahap: polling mouse, pemrosesan game, rendering GPU, dan output monitor. Jadi mengutak-atik satu hal saja ada batasnya, dan kuncinya adalah memangkas sedikit di setiap tahap.

Langkah 1: Matikan VSync (vertical sync)

VSync mencegah screen tearing, tetapi menahan frame yang sudah selesai dirender GPU sampai monitor siap menerimanya, sehingga menjadi penyebab klasik bertambahnya input lag. Di game yang menang-kalahnya ditentukan kecepatan reaksi, seperti Valorant atau Counter-Strike, mematikan VSync lebih baik meskipun layar sedikit tearing.

  • Matikan VSync (vertical sync) di opsi grafis game.
  • Cek juga bahwa VSync global tidak menyala di control panel kartu grafis.
  • Kalau tearing mengganggu, ganti VSync dengan G-Sync atau FreeSync yang dibahas di bawah, alih-alih sekadar mematikannya.
Untuk FPS kompetitif seperti Valorant dan Counter-Strike, mematikan VSync sudah jadi standar yang nyaris tanpa pengecualian, karena kecepatan reaksi jauh lebih penting daripada tearing.

Langkah 2: Aktifkan mode low-latency (Reflex / Low-Latency Ultra)

Mode low-latency mencegah GPU mengantre terlalu banyak frame di depan. Kalau antrean frame yang menunggu panjang, input kamu juga harus menunggu lebih lama untuk sampai ke layar, jadi mode ini bekerja dengan menjaga antrean tetap pendek untuk mengurangi jeda.

  • Kalau game mendukung NVIDIA Reflex, aktifkan Reflex di opsi game. Cara ini bekerja paling akurat.
  • Kalau tidak ada Reflex, set Low-Latency Mode ke Ultra di NVIDIA Control Panel.
  • Di kartu grafis AMD, aktifkan Anti-Lag atau opsi yang setara di Radeon Software.

Di game seperti League of Legends juga, saat frame menumpuk berlebihan, muncul jeda halus antara klik dan respons, dan mengaktifkan mode low-latency mempersempit jarak itu. Per 2026, mode low-latency praktis sudah jadi setting yang dibiarkan menyala secara default.

Langkah 3: Atur setting monitor

Ternyata cukup sering orang hanya mengubah setting di control panel, sementara monitornya sendiri dibiarkan apa adanya. Kamu harus masuk ke menu OSD monitor dan mengeceknya langsung agar hasilnya terasa.

  • Di setting display Windows, pastikan refresh rate monitor sudah di nilai maksimalnya (misalnya 144Hz, 240Hz). Sering kali masih tertinggal di 60Hz.
  • Aktifkan mode G-Sync atau FreeSync compatible di menu OSD monitor. Mengaturnya di control panel saja belum cukup.
  • Kalau ada opsi overdrive (response time), set ke level menengah untuk menyeimbangkan ghosting dan inverse ghosting.
  • Jalankan game dalam mode fullscreen kalau bisa. Mode windowed atau borderless bisa menambah input lag.
Beralih ke monitor dengan refresh rate lebih tinggi adalah salah satu cara paling pasti untuk mengurangi input lag. Naik dari 144Hz ke 240Hz memperpendek jarak antar-refresh layar itu sendiri, dan perbedaannya jelas terasa.

Langkah 4: Batasi frame (fps)

Dengan G-Sync atau FreeSync, begitu frame melebihi refresh rate monitor, sinkronisasi terputus dan input lag melonjak. Jadi lebih stabil kalau frame maksimal dikunci sedikit di bawah refresh rate.

  • Di monitor 144Hz, batasi sekitar 141fps; di 240Hz, sekitar 237fps.
  • Kalau game punya opsi batas frame bawaan, pakai itu lebih dulu.
  • Kalau game tidak punya opsinya, pakai frame limiter eksternal seperti RTSS untuk mengatur nilai yang sama.
  • Aktifkan Game Mode di Windows supaya proses game mendapat prioritas.

Yang perlu diperhatikan saat merekam sambil bermain

Meskipun input lag sudah berhasil dikurangi dengan setting di atas, program rekaman yang berat akan menyedot resource GPU dan CPU, frame turun, dan responsmu jadi lambat lagi. DOR memakai capture dengan overhead rendah yang dirancang agar perekaman berdampak kecil pada input lag, jadi kamu bisa menyimpan klip sambil mempertahankan respons yang baru kamu atur nyaris utuh.

Terutama di game yang respons satu tembakan sangat menentukan, seperti Valorant atau Counter-Strike, overhead rekaman langsung terasa di tangan. Di game seperti League of Legends juga, frame drop saat teamfight membuat kontrol terasa lag, jadi menjaga beban tetap rendah dengan capture yang ringan adalah langkah yang aman.

Momen penentu saat bermain game
Momen penentu saat bermain game

Penutup

Input lag tidak bisa beres sekali jalan; ini pekerjaan yang dikurangi tahap demi tahap. Matikan VSync, aktifkan mode low-latency, atur monitor dengan benar, dan batasi frame tepat di bawah refresh rate. Kalau kamu ingin merekam permainanmu, perhatikan juga untuk memakai alat capture dengan overhead rendah, supaya respons tetap terjaga tanpa kehilangan momen-momen seru.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: aplikasi perekam game gratis →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Saat VSync dimatikan layarnya tearing. Harus bagaimana?

Kalau monitor kamu mendukung G-Sync atau FreeSync, aktifkan sinkronisasi variable refresh rate sebagai pengganti VSync. Fitur ini mencegah tearing dengan input lag yang jauh lebih kecil daripada VSync. Kamu harus mengaktifkannya di menu OSD monitor dan di control panel grafis agar bekerja dengan benar.

Mana yang lebih baik, Low-Latency Mode Ultra atau Reflex?

Kalau game mendukung NVIDIA Reflex, prioritaskan Reflex. Fitur ini terintegrasi langsung dengan engine game dan mengatur antrean frame dengan lebih akurat. Pakai Low-Latency Mode Ultra dari control panel sebagai pengganti hanya di game yang tidak punya Reflex.

Kenapa frame harus dibatasi di bawah refresh rate monitor?

Dengan G-Sync atau FreeSync, begitu frame melebihi refresh rate, sinkronisasi terputus, beralih ke VSync biasa, dan input lag melonjak. Menguncinya sedikit di bawah, misalnya 141fps di 144Hz, membuat sinkronisasi tetap terjaga dan latency tetap rendah.

Mana yang input lag-nya lebih kecil, fullscreen atau borderless windowed?

Umumnya fullscreen punya input lag lebih kecil. Borderless windowed bisa menambah jeda karena melewati proses compositing Windows. Kalau game mendukung fullscreen, prioritaskan mode itu.

Apakah merekam menambah input lag?

Program rekaman yang berat bisa menyedot resource GPU dan CPU, menurunkan frame, dan memperlambat respons. Alat capture dengan overhead rendah seperti DOR berdampak kecil pada input lag, jadi kamu bisa merekam sambil mempertahankan respons yang sudah kamu atur lewat setting nyaris utuh.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

DOR mendeteksi event dalam game yang didukung dan otomatis menyimpan momen itu sebagai klip