← Blog

Cara Mencari Musik Latar Gratis yang Aman Hak Cipta untuk Video Game (Update 2026)

Editor klip DOR asli dengan panel efek, pratinjau video, dan timeline terbuka
Sumber gambar: DOR · tangkapan layar produk sendiri
Poin penting
  • "Gratis" dan "bebas hak cipta" itu beda. Meski gratis, lagu tidak bisa dipakai begitu saja kalau ada syarat atribusi (CC BY) atau non-komersial (CC BY-NC).
  • Pilihan pertama yang paling aman adalah Audio Library di YouTube Studio. Tapi lagu dengan ikon orang kuning wajib dicantumkan atribusinya di deskripsi.
  • Pixabay dan Mixkit bisa dipakai tanpa atribusi, sedangkan NCS dan Incompetech gratis tapi wajib atribusi.
  • Supaya aman dari klaim Content ID, screenshot dan simpan layar lisensi saat mengunduh, lalu kalau klaim datang, ajukan dispute dengan bukti itu.

Saat merangkai klip ace Valorant atau pentakill League of Legends yang dikumpulkan DOR menjadi satu video, yang biasanya terakhir bikin repot adalah musik latarnya. Mungkin kamu pernah memasang lagu favorit, upload, lalu kena notifikasi "Content ID match, pendapatan iklan masuk ke pemegang hak". Artikel ini menjelaskan cara mencari BGM untuk video game tanpa khawatir soal hak cipta, berurutan dari istilah, situs yang bisa dipakai, sampai cara menangani klaim.

Kalau mau intinya dulu, lihat ringkasan di bagian atas. Kalau buru-buru ingin tahu tempat ambil musiknya, langsung saja lompat ke bagian situs musik gratis di bawah.

"Gratis" dan "Bebas Hak Cipta" Itu Tidak Sama

Salah kaprah yang paling sering adalah "dapatnya gratis, jadi bebas dipakai sesukanya". Gratis cuma berarti kamu tidak membayar, bukan berarti hak ciptanya hilang. Kebanyakan musik gratis datang dengan syarat pemakaian (lisensi) yang bunyinya kira-kira "gratis asal dipakai dengan cara ini", dan kalau syaratnya dilanggar, tetap terhitung pelanggaran hak cipta walaupun gratis. Jadi sebelum mengunduh, kamu perlu bisa membedakan jenis lisensinya.

Cukup Bedakan Empat Lisensi Ini

  • CC0 (domain publik): Tidak perlu atribusi dan bebas untuk komersial. Inilah yang paling mendekati "musik yang benar-benar bebas hak cipta".
  • CC BY (atribusi): Gratis, tapi kamu wajib mencantumkan judul lagu, nama artis, dan link sumber di deskripsi video. Kalau atribusinya dilewatkan, itu pelanggaran.
  • CC BY-NC (atribusi, non-komersial): Selain atribusi, hanya gratis untuk pemakaian "non-komersial". Video YouTube yang monetisasinya (AdSense) aktif dianggap komersial, jadi tidak bisa dipakai.
  • Royalty-Free: Artinya setelah mendapatkan hak pakai, kamu tidak membayar biaya tambahan (royalti) tiap kali memakainya, bukan berarti gratis. Ada royalty-free yang gratis dan ada yang berbayar, jadi selalu cek terpisah apakah memang "gratis".

Highlight game biasanya diunggah ke YouTube atau Shorts yang dimonetisasi, jadi pilihan aman adalah CC0, atau lagu yang boleh dipakai komersial dan hanya mewajibkan atribusi. Kalau berencana membesarkan channel, lebih tenang kalau sejak awal kamu mencoret CC BY-NC (khusus non-komersial).

Pilihan Utama: Audio Library di YouTube Studio

Kalau kamu upload ke YouTube, cara paling aman dan cepat adalah Audio Library yang disediakan langsung oleh YouTube. Buka YouTube Studio, lalu pilih "Audio Library" di menu kiri. Karena lagunya sudah diseleksi YouTube sendiri, risiko sengketa hak cipta hampir tidak ada selama kamu upload ke platform yang sama. Kamu bisa memfilter berdasarkan genre, mood, dan durasi, jadi gampang mencari lagu yang cocok dengan nuansa video game-mu.

Ikon Kuning = Wajib Atribusi

Yang perlu diperhatikan di Audio Library adalah ikon di sebelah lagu. Kalau tidak ada tanda, lagu bisa dipakai bebas tanpa atribusi. Tapi lagu dengan ikon kuning berbentuk orang (wajib atribusi) berarti kamu harus memasukkan teks atribusi yang ditentukan ke deskripsi video persis apa adanya. Arahkan kursor ke ikon itu dan teks atribusinya akan muncul untuk di-copy-paste, tinggal tempel di bagian atas deskripsi.

Pro tip: Lagu dari Audio Library pun hanya aman "untuk video ini di YouTube". Kalau video yang sama diunggah ke platform lain seperti Instagram Reels atau TikTok, lisensinya belum tentu berlaku di sana. Jadi kalau kamu biasa upload ke banyak platform, lebih aman ambil lagu dari situs musik gratis di bawah yang bisa dipakai di platform mana pun.

Situs Musik Gratis: Mana yang Wajib Atribusi dan Mana yang Tidak

Kalau musiknya juga akan dipakai di luar YouTube, atau kamu butuh pilihan lagu yang lebih beragam, gunakan situs musik gratis. Kuncinya adalah memilah dari awal "situs yang wajib atribusi" dan "situs yang tidak". Sama-sama gratis pun, aturannya bisa berbeda.

Langsung Pakai Tanpa Atribusi: Pixabay, Mixkit

Pixabay dan Mixkit memakai lisensi sendiri dan bisa dipakai untuk komersial tanpa atribusi. Keduanya sangat praktis untuk konten seperti video game yang repot kalau harus mengurus deskripsi panjang. Meski begitu, "tidak perlu atribusi" bukan berarti "boleh dijual ulang atau disebarkan ulang", jadi hindari pemakaian seperti mengambil lagunya saja lalu menjualnya lagi. Setiap lagu dilengkapi info lisensi, jadi biasakan mengeceknya sekali saat mengunduh.

Wajib Atribusi: NCS, Incompetech

NCS (NoCopyrightSounds) begitu sering dipakai di video game sampai hampir identik dengan "musik bebas hak cipta", padahal sebenarnya wajib atribusi. Kalau memakai lagu NCS, kamu harus mencantumkan judul lagu, link NCS, dan akun media sosial artisnya di deskripsi. Incompetech milik Kevin MacLeod juga berbasis CC BY, jadi baris atribusi berformat "Music: [judul lagu] by Kevin MacLeod" wajib dicantumkan. Jebakan paling umum adalah mengira lagu boleh dipakai tanpa atribusi hanya karena namanya ada "No Copyright".

  • Tanpa atribusi (boleh komersial): Pixabay, Mixkit, lagu Audio Library tanpa ikon
  • Wajib atribusi (boleh komersial): NCS, Incompetech, lagu Audio Library dengan ikon kuning
  • Setiap kali mengunduh: Salin info lisensi dan "teks atribusi wajib" dari halaman lagu apa adanya ke notepad, supaya upload jadi lebih cepat.

Cara Mencegah dan Menangani Klaim Content ID

Content ID adalah sistem YouTube yang otomatis mencocokkan audio dan visual video dengan database milik pemegang hak. Musik gratis yang kamu dapat secara sah pun bisa kena klaim otomatis kalau ada orang lain yang mendaftarkan lagu yang sama sebagai miliknya. Yang penting, klaim tidak sama dengan "pelanggaran". Dengan bukti lisensi, klaim bisa dihapus.

Pencegahan: Screenshot dan Simpan Layar Lisensi

Saat mengunduh lagu, screenshot layar yang menampilkan halaman unduhan, info lisensi, atau teks atribusi, lalu simpan di folder yang sama dengan file lagunya. Untuk kasus seperti NCS yang mengirim email konfirmasi lisensi saat mengunduh, jangan hapus email itu, simpan baik-baik. Nanti saat klaim datang, itu jadi bukti bahwa "aku mendapatkannya secara sah dengan syarat ini".

Penanganan: Ajukan Dispute Saat Klaim Datang

Kena klaim Content ID tidak langsung membuat channel-mu kena sanksi (copyright strike). Biasanya yang terjadi hanya pendapatan video dialihkan ke pemegang hak atau video diblokir di beberapa wilayah. Kalau kamu sudah mengikuti aturan atribusi dan punya bukti, ajukan dispute lewat YouTube Studio, lalu Konten, lalu "Batasan" pada video tersebut, dan tuliskan dasar lisensimu (situs asal lagu, teks atribusi). Klaim yang keliru biasanya dicabut setelah ditinjau.

Pro tip: Semakin populer sebuah lagu, semakin sering ada orang lain yang keliru mendaftarkannya, sehingga peluang kena klaim juga naik. Kalau pendapatan penting bagi channel-mu, memakai lagu gratis yang relatif kurang dikenal, atau lagu Pixabay dan Mixkit yang tanpa atribusi, bisa memangkas waktu yang habis untuk mengurus klaim.

Audio Trending Shorts dan BGM Video Panjang Dipakai dengan Cara Berbeda

Sebelum memilih musik, tentukan dulu "video ini Shorts atau video panjang". Aturan musik untuk keduanya berbeda. Menambahkan "suara trending" di dalam aplikasi YouTube Shorts atau Instagram Reels adalah cara memakai lagu yang lisensinya sudah diamankan platform, dan hanya berlaku di dalam aplikasi itu. Cara ini bagus untuk jangkauan, tapi Shorts yang dibuat dengan cara itu sulit diunduh ulang lalu diunggah ke tempat lain, atau diubah menjadi video panjang yang dimonetisasi, selama suara trending-nya masih terpasang.

Sebaliknya, video highlight panjang sebaiknya memakai BGM gratis yang dijelaskan di atas (CC0, lagu beratribusi, Audio Library) sejak awal. Dengan begitu, file yang sama aman diunggah ke YouTube, TikTok, dan Instagram, dan monetisasi tidak jadi masalah. Singkatnya: kalau videonya pendek dan tujuannya menumpang tren, pakai audio trending di dalam aplikasi; kalau videonya akan disimpan lama dan diunggah ke banyak tempat, BGM gratis dengan lisensi yang jelas adalah pilihan yang tepat.

Menambahkan Musik Saat Membuat Video dari Klip DOR

Cukup jalankan game-mu, dan DOR otomatis mendeteksi momen seperti kill, ace, pentakill, dan knock di Valorant, League of Legends, dan PUBG, lalu mengumpulkannya menjadi klip pendek. Karena langkah mencari dan memotong highlight sendiri sudah terlewati, yang tersisa dalam membuat video tinggal "mengurutkan klip dan memasang BGM".

Alur yang disarankan begini. Pilih klip terbaik dari kumpulan DOR, rangkai, lalu ambil lagu dari situs di atas yang cocok dengan nuansa videonya (kompilasi ace yang tegang atau kompilasi momen lucu yang ringan). Untuk channel yang dimonetisasi, pakai Pixabay atau Mixkit (tanpa atribusi), atau lagu NCS dan Audio Library dengan atribusi yang benar. Screenshot layar lisensi lagu yang kamu ambil dan simpan di folder yang sama dengan klipnya, jadi kalau nanti ada klaim, kamu bisa langsung mengajukan dispute.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: Perekam game DOR →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Apakah video tetap bisa dimonetisasi kalau pakai musik dari YouTube Audio Library?

Bisa. Lagu Audio Library adalah musik yang disediakan YouTube, jadi boleh dipakai di video yang dimonetisasi. Tapi kalau ada ikon orang kuning (wajib atribusi) di sebelah lagu, masukkan teks atribusi yang ditentukan ke deskripsi video persis apa adanya supaya aman. Lagu tanpa ikon bisa dipakai tanpa atribusi.

Apa yang harus dilakukan kalau sudah pakai musik gratis tapi tetap kena klaim Content ID?

Klaim tidak sama dengan pelanggaran hak cipta. Sering kali klaim muncul otomatis karena ada orang lain yang mendaftarkan lagu yang sama. Dengan layar lisensi atau teks atribusi yang kamu screenshot saat mengunduh sebagai dasar, ajukan dispute lewat YouTube Studio, lalu Konten, lalu Batasan pada video tersebut. Dengan lisensi yang sah, klaim biasanya dicabut setelah ditinjau.

Kalau musiknya "gratis", apakah tidak perlu atribusi?

Tidak begitu. Gratis dan atribusi adalah dua hal berbeda. Ada tempat seperti Pixabay dan Mixkit yang tidak perlu atribusi, tapi lagu NCS, Incompetech, dan CC BY wajib mencantumkan judul lagu, nama artis, dan link sumber di deskripsi meskipun gratis. Walaupun namanya ada "No Copyright", atribusi sering kali tetap wajib, jadi cek lisensi tiap lagu.

Bolehkah memakai audio trending Shorts di video game?

Memakainya untuk video itu di dalam aplikasi Shorts atau Reels tidak masalah, karena musiknya sudah dilisensikan platform. Tapi video yang dibuat dengan cara itu sulit diunggah ulang ke platform lain atau dijadikan video panjang yang dimonetisasi. Untuk video yang akan diunggah ke banyak tempat atau disimpan lama, lebih aman pasang BGM gratis dengan lisensi yang jelas secara terpisah.

Jadi, tempat terbaik mencari BGM untuk video game di mana?

Kalau hanya upload ke YouTube, pilihan utama adalah YouTube Audio Library. Kalau ingin upload ke banyak platform sekaligus mengurangi urusan atribusi, Pixabay dan Mixkit praktis dipakai. Kalau butuh genre tertentu, pakai NCS atau Incompetech dengan syarat atribusinya diikuti. Untuk channel yang dimonetisasi, lagu yang kurang dikenal punya peluang klaim lebih kecil dibanding lagu populer.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

Tergantung game, DOR menyimpan klip lewat deteksi event atau analisis highlight otomatis