Di 800 DPI, general dan targeting sensitivity sekitar 50 bisa jadi titik awal yang berguna. Karena setiap scope mengubah FOV dan gerakan yang terasa, jangan paksa semua nilai turun mengikuti zoom; kalibrasi masing-masing dengan cm/360 terukur dan hasil aim sebenarnya. Panduan ini menunjukkan cara menerapkan rentang awal dan memverifikasinya dengan kalkulator pengukuran.
Tidak ada satu jawaban benar untuk sensitivity. Tapi titik awal yang bagus membuatmu cepat menemukan setting yang pas di tangan hanya dengan penyesuaian kecil. Ikuti saja urutan di bawah.
Jawaban singkat: mulai di 800 DPI dengan 50/50, lalu pastikan dengan clip fight sungguhan
Titik awalnya cukup tiga baris: kunci mouse di 800 DPI, mulai General dan Aim (ADS) sensitivity di sekitar 50, dan pakai sekitar 50 di 2x, 40 di 4x, dan pertengahan 30-an di 6x hanya sebagai nilai awal scope — zoom lebih tinggi tidak harus berarti angka lebih rendah; ukur cm/360 per scope dan koreksi hanya yang konsisten meleset. Bagian sulitnya bukan angkanya, tapi menilainya. Di hari kamu mengganti sensitivity, tangan terasa aneh, dan beberapa hari kemudian tidak ada cara membandingkan feel hari ini dengan kemarin dari ingatan. Karena itu memastikan sensitivity lebih efektif lewat catatan daripada ingatan. Saat DOR berjalan, aplikasi ini mendeteksi PUBG, merekam seluruh match, dan menyimpan kill sebagai clip otomatis terpisah, jadi kamu bisa menyandingkan clip fight dari dua sensitivity dan melihat apakah crosshair kebablasan melewati target (terlalu tinggi) atau tidak sampai (terlalu rendah). Langkah di bawah menentukan nilai awal itu.
Langkah 1: Kunci DPI Dulu
Sebelum menyentuh sensitivity in-game, kamu perlu menentukan DPI mouse dulu. Alasannya, kalau DPI berubah, feel di tangan berubah total walau angka in-game sama. Banyak pro PUBG memakai 400 sampai 800 DPI, dan 800 yang paling umum di antara mereka. Kami sarankan 800 sebagai titik awal yang stabil.
- 400 DPI: Gaya low-sens yang memakai gerakan lengan besar. Presisi tapi butuh mousepad yang luas.
- 800 DPI: Nilai standar yang dipakai kebanyakan pro. Keseimbangan bagus antara presisi dan kecepatan putar.
- 1600 DPI: Bagus untuk ganti arah pandang cepat, tapi aim presisi cenderung goyang.
Langkah 2: General Sensitivity dan Targeting ADS Sensitivity
Tab sensitivity di setting PUBG secara garis besar terbagi dua kelompok. Satu adalah general sensitivity untuk memutar pandangan biasa, satunya lagi targeting ADS sensitivity untuk saat kamu klik kanan untuk membidik. Dengan patokan 800 DPI, nilai awal yang bagus untuk keduanya sekitar 50. Kalau general sensitivity terlalu rendah, sulit mengikuti musuh di fight jarak dekat; terlalu tinggi dan aim goyang di jarak jauh.
- General sensitivity: Mulai di 50. Kalau fight jarak dekat terasa sulit, +3 sampai 5; kalau tangan terus kebablasan, -3 sampai 5.
- Targeting (ADS) sensitivity: Sekitar 50, sama dengan general. Sesuaikan feel fight tanpa scope sampai 1x di sini.
- Vertical sensitivity multiplier: Mulai di 100%. Setelah kontrol recoil sudah dikuasai, dibiarkan saja juga tidak masalah.
Langkah 3: Sensitivity per Scope, Pembesaran Adalah Kuncinya
PUBG memungkinkan sensitivity diatur terpisah untuk tiap scope. FOV zoom tinggi yang sempit membuat rotasi yang sama terlihat lebih besar di layar, tapi bukan berarti setiap scope yang lebih tinggi harus memakai angka lebih rendah. Pakai nilai di bawah hanya sebagai titik awal, ukur satu putaran penuh 360° dalam kondisi yang sama, dan koreksi hanya scope yang berulang kali overshoot atau undershoot.
- 2x: Sekitar 50. Mendekati general sensitivity sudah cukup.
- 3x: Pertengahan 40-an. Kebanyakan untuk burst jarak menengah, jadi turunkan sedikit saja.
- 4x: Sekitar 40. Ini pembesaran yang paling sering dipakai, jadi luangkan waktu untuk menyempurnakannya.
- 6x: Pertengahan 30-an. Dengan feel menggeser crosshair sedikit-sedikit untuk mengunci headline.
- 8x ke atas: 30 atau kurang. Dipakai untuk menahan napas dan membidik pelan di jarak jauh, jadi turunkan lagi.
Kalibrasi terukur per scope
Pakai cm/360 terukur di tiap level zoom untuk koreksi awal.
Langkah 4: Kenapa Jangan Asal Meniru Sens Pro
Banyak orang mencari sens pro lalu memasukkan angka in-game yang sama, tapi sembilan dari sepuluh kali hasilnya tidak cocok. Alasannya, walau sensitivity in-game sama, DPI yang berbeda membuat feel di tangan sama sekali berbeda. Jadi saat melihat sens pro, selalu lihat DPI dan sensitivity in-game bersamaan.
eDPI berguna untuk membandingkan setting di dalam game yang sama kalau skala sensitivity-nya linear. Slider mentah PUBG belum terverifikasi sebagai satu skala yaw linear sederhana, jadi menyamakan 'DPI × sensitivity' tidak membuktikan jarak putar atau feel yang sama. Di PUBG, pakai DPI dan nilai slider hanya sebagai referensi awal dan ukur cm/360 secara langsung.
Alur konversi berdasarkan pengukuran
Pakai DPI dan sensitivity pro hanya untuk memilih nilai awal. Ukur seberapa jauh mouse bergerak untuk satu putaran tepat di setup-mu sekarang, lalu ukur lagi dengan mode dan FOV yang sama setelah mengubah setting. Tool di bawah memberi koreksi kecil tahap pertama dari pengukuran itu; terapkan lalu ukur lagi.
- Catat DPI, sensitivity, mode game, dan FOV saat ini bersamaan.
- Ukur cm/360 yang tepat minimal dua kali dari titik acuan yang sama di training range.
- Terapkan perkiraannya, ukur ulang dalam kondisi yang sama, dan ulangi dengan langkah kecil daripada satu lompatan besar.
Langkah 5: Cek 5 Menit di Training Range
Setelah setting dimasukkan, verifikasi sebentar di training range. Daripada langsung masuk match sungguhan, menjalankan rutinitas di bawah sekali saja sudah cepat menunjukkan bagian yang masih perlu dirapikan. Kalau ingin cek feel sebelum membuka game, masukkan DPI dan general sensitivity saat ini di tes sensitivity PUBG milik DOR dan tembak bot selama satu menit di browser PC. Tes ini menghitung seberapa sering kamu overshoot dan undershoot target lalu memberi tahu apakah sensitivity perlu diturunkan atau dinaikkan. Recoil di sana disederhanakan, jadi lakukan cek recoil di training range in-game seperti di bawah.
- Tracking: Ikuti bot yang bergerak dengan general sensitivity selama 30 detik. Kalau terus kebablasan, turunkan.
- Snapping: Bidik cepat bolak-balik antara target kiri dan kanan selama 30 detik. Kalau goyang saat berhenti, turunkan.
- Scope: Tahan headline di 4x selama 30 detik. Kalau crosshair bergoyang, turunkan hanya pembesaran itu.
- Recoil: Burst 10, 20, dan 30 peluru dengan ADS 4x untuk mengecek vertical multiplier.
Jangan berusaha sempurna dalam sekali coba; ulangi 5 menit sehari selama beberapa hari, sesuaikan hanya 1 atau 2 setiap kali. Feel butuh waktu untuk menempel di tangan.
Aplikasi sensitivity AI PUBG dan situs sens: bisa dipercaya? Cek dengan clip sebelum dan sesudah
Alih-alih mengikuti langkah di atas, banyak pemain langsung mengambil angka dari aplikasi "sensitivity AI PUBG" atau situs sensitivity. Tool-tool ini terbagi tiga kelompok tergantung dasar angkanya. Dari mana pun nilainya berasal, itu tetap kandidat sampai terbukti di match-mu sendiri. Pahami dulu dasarnya, lalu bandingkan sebelum dan sesudah perubahan dalam kondisi yang sama sebelum benar-benar memakainya.
| Jenis | Dasar angkanya | Yang perlu dicek sebelum percaya |
|---|---|---|
| Situs setting pro | Nilai DPI, general, ADS, dan per scope yang dipublikasikan pemain atau dikumpulkan situs | Cek kapan nilainya dicatat dan apakah DPI-nya ikut dicantumkan. Nilai itu cocok untuk gear dan gaya main pemain tersebut. |
| Situs kalkulator sensitivity | Jarak putar (cm/360) atau nilai game lain yang dihitung dari DPI dan sensitivity yang kamu masukkan | Kalau melibatkan PUBG, anggap hasilnya perkiraan. Terapkan, lalu ukur lagi cm/360 di mode yang sama. |
| Aplikasi sensitivity AI | Data gerakan mouse-mu yang direkam aplikasi lalu dianalisis model AI | Input-nya gerakan mouse, jadi cek terpisah apakah recoil sungguhan, pergantian scope, dan situasi fight ikut tercermin. |
| Clip match sebelum dan sesudah (DOR) | Match sungguhan yang direkam dalam kondisi sama sebelum dan sesudah perubahan, plus clip kill dan knock | DOR tidak merekomendasikan angka. DOR menyimpan adegan yang kamu butuhkan untuk menilai apakah kandidat dari tiga jenis di atas benar-benar membantu di match-mu. |
Salah satu aplikasi sensitivity AI yang mencantumkan dukungan PUBG adalah RazerShot, aplikasi gratis berbasis iklan yang didistribusikan lewat Overwolf. Per Oktober 2026, halaman Overwolf-nya menyebut model AI yang dilatih dengan data mouse pemain top menganalisis gerakan mouse-mu dan merekomendasikan vertical sensitivity serta scope sensitivity yang disesuaikan dengan DPI-mu. Input yang dijelaskan di sana adalah gerakan mouse, bukan hasil fight sungguhan, jadi anggap rekomendasinya sebagai kandidat awal, sama seperti nilai pro atau hasil kalkulator. Ingat juga bahwa tool yang merekomendasikan atau mengoreksi sensitivity sama sekali berbeda dengan mouse macro atau script yang mengurangi recoil untukmu. Dev letter anti-cheat PUBG tanggal 17 April 2026 menyatakan bahwa memakai mouse macro dan script terkait yang dirancang untuk mengurangi atau menghilangkan recoil senjata secara artifisial adalah pelanggaran jelas terhadap PUBG Rules of Conduct, dan kasus yang terdeteksi bisa dikenai tindakan termasuk pembatasan akun.
Tiga match sebelum, tiga sesudah: membandingkan dengan DOR
- 1Rekam tiga match patokanSebelum memasukkan nilai baru, mainkan tiga match di mode yang sama dengan sensitivity saat ini. DOR otomatis mendeteksi PUBG dan merekam dari saat kamu masuk match sampai selesai; setelah match, DOR menganalisis rekamannya dan membuat clip kill, knock out, saat kamu ter-knock, dan kematian. Catat nilai DPI, general, ADS, dan 4x sebelum mulai.
- 2Ubah satu hal dalam satu waktuTerapkan hanya satu dari nilai yang diberikan aplikasi atau situs. Kalau vertical dan scope sensitivity diubah bersamaan, clip pun tidak bisa memberi tahu perubahan mana yang berpengaruh.
- 3Main tiga match lagi dalam kondisi yang samaPertahankan mode, FPP atau TPP, dan mousepad yang sama. Clip otomatis mencakup keempat event tadi; untuk menyimpan fight tanpa ada yang tumbang, seperti spray yang meleset, tekan tombol clip (default F8) tepat setelahnya untuk menyimpan 30 detik sebelumnya. Selama match direkam, tombol ini tidak diteruskan ke game, jadi pakai panduan keybind PUBG untuk memasangnya di tombol yang tidak kamu pakai di game.
- 4Bandingkan clip dengan jenis yang samaDi My Clips, tonton clip sebelum dan sesudah dengan jenis event yang sama secara berurutan. Hal yang perlu diperhatikan ada di daftar bawah.
- 5Putuskan dan simpan clip perbandinganPertahankan hanya perubahan yang memperbaiki hasil dan kembalikan sisanya. Automatic File Management (default 30GB) menghapus video paling lama setelah batasnya terlampaui, jadi tekan Like pada clip yang dipakai untuk perbandingan. Video yang di-Like (favorit) tidak dihapus.
- Clip kill dan knock out: cek apakah crosshair tetap di ketinggian kepala atau dada sampai spray selesai. Dengan durasi clip default 30 detik, event sejenis dalam rentang 20 detik digabung jadi satu clip, jadi knock atau kill beruntun masuk ke video yang sama.
- Pergantian scope: cek apakah waktu untuk merapikan reticle di antara membuka scope dan tembakan pertama jadi lebih singkat. Ini adegan kunci untuk menilai scope sensitivity yang direkomendasikan.
- Clip ter-knock dan kematian: cek apakah tembakan pertamamu terlambat padahal kamu melihat musuh lebih dulu, atau apakah tracking putus di tengah fight. Clip ini menunjukkan apakah masalahnya sensitivity atau posisi.
- Clip yang disimpan dengan F8: cek ke mana tembakanmu mengarah di fight tanpa ada yang tumbang. Clip otomatis menyimpan fight yang ada knock atau kill, jadi pakai clip F8 untuk sisanya.
Pakai cm/360 saat pindah antar-game
Setiap game memakai skala sensitivity dan konstanta rotasi yang berbeda, jadi eDPI tidak bisa langsung disalin antar-game. Untuk game dengan konstanta hipfire yang diketahui, seperti Valorant, pakai kalkulator untuk menyamakan cm/360 hipfire. Kalau melibatkan PUBG, selalu pakai mode pengukuran. Menyamakan cm/360 pun tidak menjamin FOV atau feel ADS yang sama, jadi verifikasi hasilnya di training range masing-masing game.
Setelah Sens Pas, Simpan Juga Highlight-nya
Begitu sens mulai menempel di tangan, momen highlight seperti clutch sulit atau fight satu lawan banyak mulai terjadi. Masalahnya, momen seperti itu tidak pernah terulang persis sama. DOR otomatis mendeteksi kill dan highlight PUBG lalu menyimpannya sebagai clip. Tanpa menekan tombol rekam terpisah, momen yang kamu ciptakan dengan sens yang sudah pas tersimpan dengan sendirinya.



