Kalau kamu membuka menu sensitivity Delta Force dan menemukan opsi bernama MDV, kamu tidak sendirian: ini salah satu nama setting yang paling banyak dicari di game ini, dan menunya sendiri tidak menjelaskannya. MDV ada di ADS Sensitivity Type, di samping Monitor Distance Coefficient dan ADS Sensitivity Multiplier, dan ketiganya menentukan seberapa cepat crosshair bergerak saat kamu aim down sights atau melihat lewat scope. Halaman game Delta Force dan panduan setting rekomendasi Delta Force kami memberi nilainya dalam satu baris: MDV Only, coefficient 1.33, multiplier 1.00. Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan nilai-nilai itu. Isinya mencakup kepanjangan MDV, apa yang diukur coefficient, kenapa 0, 1.33, dan 1.78 terasa berbeda, bagaimana sensitivity scope diturunkan dari sensitivity hip-fire, dan cara menguji perubahan tanpa menebak-nebak. Satu catatan di awal: developer belum merilis rumus sensitivity Delta Force, nilai field of view scope-nya, atau deskripsi resmi tiap opsi. Nama setting dan default di bawah berasal dari panduan setting komunitas dan forum converter sensitivity, dan matematikanya adalah definisi monitor distance standar yang dipakai converter di berbagai game shooter. Kalau ada hal yang belum terkonfirmasi untuk Delta Force sendiri, kami sebutkan. Nama menu mengikuti panduan-panduan itu per pengecekan 14 Oktober 2026.
Jawaban singkat: MDV adalah pencocokan monitor distance vertikal, dan coefficient memilih di titik layar mana pencocokan itu terjadi
Saat kamu aim down sights, field of view menyempit, jadi setiap target terlihat lebih besar dan bergerak lebih jauh di layar untuk setiap derajat putaran. Kalau sensitivity ADS tetap sama dengan hip-fire, scope akan terasa terlalu cepat. Kalau sensitivity diturunkan begitu saja sebanding dengan zoom, koreksi kecil akan terasa pas, tapi ayunan ke target di dekat tepi layar butuh gerak mouse jauh lebih panjang daripada tanpa scope. Karena efek perspektif, tidak ada satu multiplier yang membuat semua jarak di layar terasa identik. Monitor distance matching mengatasinya dengan memilih satu jarak dari crosshair dan membuat jarak itu tepat: menggerakkan mouse sejauh tertentu menaruh crosshair di titik layar yang sama, baik saat hip-fire maupun saat scope. MDV adalah singkatan dari Monitor Distance Vertical, artinya jarak itu diukur terhadap tinggi layar. Karena itu nilai vertikal punya arti yang sama di monitor 16:9 dan 21:9, sedangkan pasangannya yang horizontal, MDH, diukur terhadap lebar. Coefficient adalah jarak itu dalam kelipatan setengah tinggi layar. 0 cocok tepat di crosshair, sama dengan penskalaan berdasarkan rasio zoom (sering disebut 0% atau focal-length matching). 1.00 cocok di tepi atas dan bawah. 1.33 cocok di tempat layar 4:3 berakhir, yang di monitor 16:9 berada di 75% jarak dari crosshair ke tepi samping. 1.78 cocok di tepi samping layar 16:9, sama dengan MDH 100%. Converter menuliskannya sebagai sensitivity ADS = sensitivity hip-fire × arctan(c × tan(FOV vertikal ADS ÷ 2)) ÷ arctan(c × tan(FOV vertikal hip-fire ÷ 2)), dengan c sebagai coefficient, jadi coefficient yang lebih tinggi menghasilkan scope yang lebih cepat. Anggap rumus itu sebagai definisi umum, bukan kode Delta Force yang sudah terkonfirmasi. Kalau kamu membawa sensitivity hip-fire dari game lain, samakan dulu dengan konverter sensitivity dan DPI dan atur coefficient paling akhir.
Cara mengatur MDV dan Monitor Distance Coefficient di Delta Force
- 1Buka menu sensitivityMasuk ke Settings > Keyboard & Mouse > Sensitivity. Di bawah Mouse Sensitivity ada ADS Sensitivity Type, Monitor Distance Coefficient, dan ADS Sensitivity Multiplier. Panduan komunitas mencantumkan MDV Only sebagai tipe default. Label bisa bergeser antar-update, jadi cari kata-kata itu, bukan posisi tetap di daftar.
- 2Tentukan sensitivity hip-fire duluSemua nilai ADS diturunkan dari sensitivity hip-fire, jadi mengubah hip-fire mengubah semua scope sekaligus. Kunci DPI mouse, pilih sensitivity hip-fire yang bisa kamu pakai tracking selama beberapa hari, baru setelah itu sentuh setting ADS. Kolomnya menerima dua angka desimal, jadi bulatkan hasil converter ke dua desimal.
- 3Pilih MDV Only sebagai ADS Sensitivity TypeMDV Only menerapkan satu aturan untuk semua sight, dari red dot sampai scope perbesaran tinggi, dan itulah yang menjaga muscle memory tetap konsisten. Tipe per-zoom memunculkan tabel dengan multiplier untuk tiap perbesaran. Pakai itu hanya kalau satu scope tertentu masih terasa salah setelah kamu mencoba beberapa coefficient.
- 4Mulai coefficient di 1.331.33 adalah nilai yang paling banyak dicantumkan panduan Delta Force dan sudah lama jadi default di game shooter lain. Nilai ini ada di antara pencocokan di crosshair dan di tepi, jadi koreksi kecil dan flick sedang sama-sama dekat dengan feel hip-fire. Di monitor ultrawide, pencocokannya tetap di jarak berbasis tinggi yang sama, karena MDV tidak bergantung pada rasio aspek.
- 5Biarkan ADS Sensitivity Multiplier di 1.00 lalu tesPanduan mencantumkan multiplier di 1.00. Pertahankan selama menilai coefficient, kalau tidak kamu tidak bisa tahu nilai mana yang menyebabkan perubahan. Tes dengan red dot ke target dekat dan dengan scope 4x atau lebih ke target jauh, flick dari tepi layar ke target.
- 6Ubah satu nilai dalam satu waktuKalau scope terasa lamban saat ayunan lebar, naikkan coefficient ke arah 1.78. Kalau terasa terlalu sensitif saat koreksi kecil di sekitar crosshair, turunkan ke arah 1.00 atau 0. Kalau semua sight terasa sedikit terlalu cepat atau terlalu lambat secara merata, ubah ADS Sensitivity Multiplier sekitar 0.05. Main beberapa match sebelum memutuskan.
Perbandingan opsi sensitivity ADS dan nilai coefficient Delta Force
| Setting atau nilai | Yang dicocokkan | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| ADS Sensitivity Type: MDV Only | Satu aturan monitor distance untuk semua sight, diskalakan dari sensitivity hip-fire | Default menurut panduan komunitas. Mulai dari sini; coefficient hanya berpengaruh di tipe berbasis MDV |
| Set Sensitivity Per Zoom | Multiplier terpisah untuk tiap perbesaran, bukan satu aturan | Saat satu scope tertentu masih terasa janggal setelah menguji coefficient. Cara kerjanya bersama MDV belum didokumentasikan resmi |
| Coefficient 0 | Crosshair itu sendiri (penskalaan rasio zoom, sering disebut 0%) | Sensitivity scope paling lambat. Koreksi kecil dan tracking di dekat crosshair terasa sama dengan hip-fire; flick lebar butuh gerak mouse lebih jauh |
| Coefficient 1.00 | Tepi atas dan bawah layar (MDV 100%) | Alternatif yang sedikit lebih lambat dari 1.33 kalau scope terasa cepat saat koreksi kecil |
| Coefficient 1.33 | Tepi 4:3, 75% jarak ke tepi samping layar 16:9 | Nilai yang paling banyak dicantumkan panduan Delta Force. Titik awal yang seimbang untuk flick dan koreksi |
| Coefficient 1.78 | Tepi samping layar 16:9 (sama dengan MDH 100%) | Paling cepat di antara ini. Ayunan lebar cocok dengan hip-fire, sementara aim halus di dalam scope terasa lebih cepat |
Checklist sebelum mengunci setting MDV
- Saya sudah mengunci DPI mouse dan sensitivity hip-fire sebelum mengubah setting ADS apa pun.
- ADS Sensitivity Type ada di MDV Only, jadi coefficient benar-benar berlaku.
- Saya mulai dari coefficient 1.33 dan ADS Sensitivity Multiplier 1.00.
- Saya sudah menguji red dot dan scope 4x atau lebih, ke target dekat dan jauh.
- Saya hanya mengubah satu nilai dalam satu waktu dan main beberapa match sebelum menilainya.
- Saya membulatkan hasil converter ke dua desimal dan memastikan nilai akhirnya di dalam game.
Cek aim scope di rekaman match Delta Force dengan DOR
Apakah coefficient baru benar-benar membantu lebih mudah dinilai lewat video daripada ingatan. DOR adalah aplikasi desktop Windows gratis yang mendeteksi Delta Force saat game dibuka dan merekam seluruh match sebagai mp4, dengan suara game dan mic kamu digabung dalam satu track. Untuk Delta Force, DOR merekam match secara penuh, jadi setelah match buka rekamannya di library, cari pertarungan saat memakai scope, lalu trim bagian itu saja dalam 16:9, 9:16, atau 1:1. Selama match kamu juga bisa menekan hotkey klip untuk menyimpan momen yang baru saja terjadi. Bandingkan match dengan coefficient lama dan match dengan nilai baru, lalu lihat apakah crosshair kamu kelewatan atau berhenti terlalu cepat saat flick di dalam scope. Samakan DPI dan sensitivity hip-fire, dan otomatis eDPI kamu, di kedua match supaya coefficient jadi satu-satunya perbedaan.


