Menurut halaman dukungan resmi Riot, spek minimum League of Legends di PC Windows adalah RAM 2GB, VRAM 1GB, dan ruang kosong 16GB di HDD, sedangkan spek rekomendasinya RAM 4GB, VRAM 2GB, dan 16GB di SSD. Kedua tingkat butuh grafis setara DX11 dan Windows 64-bit. Angka ini dicek pada 6 Oktober 2026, dengan halaman tersebut terakhir diperbarui 22 September 2026. Nama CPU dan GPU gampang dibandingkan, tapi baris sistem operasi sering dilewati begitu saja, jadi panduan ini membahas tabel lengkapnya lalu menunjukkan cara memastikan versi Windows, TPM 2.0, dan DirectX di PC kamu sendiri. Kalau PC kamu lolos tabel tapi frame rate tetap jelek, nilai setting yang sebenarnya ada di setting FPS boost LoL.
Spek minimum dan rekomendasi resmi (PC Windows, dicek 6 Oktober 2026)
| Item | Spek Minimum | Spek Rekomendasi |
|---|---|---|
| CPU | Intel Core i3-530 / AMD A6-3650 (ARM: tidak didukung) | Intel Core i5-8250 / AMD Ryzen 3 1200 (ARM: tidak didukung) |
| GPU | GeForce 400 Series, AMD HD 6570, atau Intel HD 4600 | NVIDIA GeForce 560, AMD Radeon HD 6950, atau Intel UHD 630 |
| Fitur GPU | Hardware setara DX11 | Hardware setara DX11 |
| VRAM | 1GB | 2GB |
| Ruang kosong | 16GB (HDD) | 16GB (SSD) |
| Versi OS | Hanya versi retail; Win 10 (Build 19041+) atau Win 11 (TPM 2.0 harus aktif) | Hanya versi retail; Win 11 (TPM 2.0 harus aktif) |
| Arsitektur OS | x64 | x64 |
| RAM | 2GB | 4GB |
| Setting grafis yang disarankan | Low | High |
| Resolusi yang disarankan | 1024x768 | 1920x1080 |
Intinya: kolom mana yang harus dikejar
Kejar kolom rekomendasi. Halaman Riot sendiri memperingatkan bahwa PC yang hanya memenuhi minimum masih bisa mengalami masalah performa, dan artikel lag terpisah menyebut PC di bawah spek rekomendasi setidaknya akan mengalami sedikit lag. Riot juga bilang mereka berusaha mengumumkan perubahan spek minimum berbulan-bulan sebelumnya, tapi tanggalnya bisa bergeser, jadi cek ulang tanggal update halaman itu sebelum membeli komponen atau ganti PC. Dan kalau yang kamu rasakan adalah delay koneksi, bukan frame rate rendah, tabel spek tidak akan menyelesaikannya; panduan menurunkan ping LoL membahas sisi jaringan secara terpisah.
Cara mencocokkan PC kamu dengan tabel
- 1Lihat detail Windows dan hardwareKlik kanan Start lalu buka Settings > System > About. Menurut panduan Microsoft, Windows specifications menampilkan edisi dan versi, sedangkan Device specifications menampilkan prosesor, RAM terpasang, dan apakah sistemnya 32-bit atau 64-bit. Edisi Enterprise atau Server berada di luar aturan khusus retail di tabel, dan PC yang bukan 64-bit atau berbasis ARM gagal di baris arsitektur dan CPU.
- 2Jalankan dxdiag untuk DirectX dan GPUKetik dxdiag di pencarian taskbar untuk membuka DirectX Diagnostic Tool. Tab System menampilkan versi DirectX di bawah System Information, dan tab Display menyebut nama kartu grafis supaya bisa kamu bandingkan dengan baris GPU. Tabel Riot meminta hardware setara DX11 dan mengarahkan kolom minimum ke alat ini. Kalau ragu soal VRAM, cek halaman spesifikasi produk dari pembuat kartunya.
- 3Cek ruang kosong dan jenis driveBuka Settings > System > Storage untuk melihat ruang kosong. Kalau punya beberapa drive, pakai Advanced storage settings > Storage used on other drives untuk menemukan drive tempat kamu akan install. Riot mencantumkan 16GB di kedua kolom, jadi bedanya ada di jenis drive: HDD untuk minimum, SSD untuk rekomendasi. Panduan ini hanya memakai angka dari tabel dan tidak membahas ukuran setelah instalasi.
- 4Pastikan TPM 2.0 kalau pakai Windows 11Tekan Win+R, jalankan tpm.msc, lalu cari tulisan The TPM is ready for use bersama Specification Version 2.0. Versi 1.2 atau lebih rendah tidak memenuhi syarat Vanguard maupun Windows 11. Kalau Windows bilang TPM yang kompatibel tidak ditemukan, panduan Riot menyarankan mengaktifkan fTPM di AMD atau PTT di Intel lewat BIOS, dan kalau tpm.msc tidak bisa dibuka, lihat di Windows Security > Device Security > Security processor details. Riot juga menyarankan minta bantuan ahli kalau kamu belum terbiasa mengubah BIOS.
- 5Kalau game tidak mau jalan: tombol Play abu-abu dan VAN 9004Riot mengumumkan bahwa sejak patch 25.21, PC tanpa DirectX 11 feature level 11_0 akan melihat tombol Play berwarna abu-abu dan pop-up yang bilang hardware perlu diperbarui. Di Windows 10, apa pun di bawah Build 19041 memunculkan error VAN 9004; artikel error itu menyebut Vanguard butuh Windows 10 20H1 atau lebih baru dan menyarankan install semua update Windows, restart, lalu jalankan lagi. Panduan ini tidak mengklaim kedua label versi itu identik dan menuliskannya sesuai sumber masing-masing. Vanguard harus tetap aktif selama kamu bermain dan selama klien terbuka, termasuk untuk TFT di PC.
- 6Spek terpenuhi tapi tetap lag: urutan cek dari RiotArtikel Troubleshooting Frame Rate Issues (PC) memakai urutan ini: pastikan syarat sistem, update driver kartu grafis, update Windows, lakukan Clean Boot untuk menghentikan proses latar belakang, turunkan setting in-game, lalu buka tiket kalau tidak ada yang membantu. Artikel itu menambahkan bahwa PC dengan spek rekomendasi pun bisa melambat kalau semua opsi dimaksimalkan. Enable Low Spec Mode ada di Settings > General pada klien (labelnya bisa berbeda di bahasa klien lain) dan hanya bisa dinyalakan dari klien, tidak di tengah game. Kalau setting terlalu tinggi sampai tidak bisa masuk game, MinConfig.zip di halaman syarat sistem berisi game.cfg dan PersistedSettings.json; menyalinnya ke folder Config (default C:\Riot Games\League of Legends\Config) akan mengganti setting kamu dengan set minimum.
Checklist sebelum install
- Halaman syarat sistem diperbarui pada atau setelah 22 September 2026, dan tidak ada pengumuman perubahan spek minimum.
- Edisi Windows kamu adalah versi retail, bukan Enterprise atau Server.
- Di Windows 10 kamu sudah Build 19041 atau lebih baru; di Windows 11, tpm.msc memastikan TPM 2.0.
- Sistem operasi kamu x64 dan PC-nya bukan berbasis ARM.
- Kartu grafis kamu setara DX11 dan tidak lebih rendah dari GPU di kolom minimum atau rekomendasi.
- RAM minimal 2GB (rekomendasi 4GB) dan VRAM 1GB (rekomendasi 2GB).
- Drive tujuan punya ruang kosong 16GB atau lebih, dan berupa SSD kalau kamu mengincar setup rekomendasi.
Kalau kamu juga mau merekam match
Seperti dijelaskan di halaman League of Legends untuk DOR, DOR merekam satu match LoL utuh secara otomatis dan menyimpannya sebagai mp4, sekaligus memotong kill dan highlight lain menjadi klip otomatis. Kalau kamu sedang membaca tabel spek, kemungkinan kamu juga penasaran berapa banyak ruang yang tersisa untuk merekam di atas game-nya. Di kartu grafis NVIDIA, DOR memakai hardware encoding NVENC secara default, jadi kompresi video ditangani hardware khusus di kartu tersebut. Seberapa terasa bedanya saat bermain berbeda di tiap PC, jadi cara paling pasti adalah merekam satu match uji di PC kamu sendiri dan melihat hasilnya. Rencanakan storage terpisah dari 16GB di tabel: rekaman menumpuk sebagai file, jadi cek ruang kosong di drive tempat rekaman disimpan. Suara game dan mikrofon direkam bersamaan, dan alur setup-nya ada di cara merekam League of Legends.


