← Blog

Alternatif OBS: Rekam Otomatis Tanpa Setting yang Ribet (2026)

Alternatif OBS — grafik ringkasan langkah demi langkah
Poin penting
  • Kesimpulan dulu: kalau tujuanmu streaming dan kontrol manual penuh, tetap pakai OBS adalah pilihan tepat, tapi kalau tujuanmu 'install lalu langsung merekam sendiri', DOR jauh lebih hemat tenaga.
  • OBS terasa ribet bukan karena kurang fitur, tapi karena dirancang supaya kamu membangun scene, source, dan encoder sendiri. Itu kelemahan sekaligus kekuatannya.
  • OBS tetap yang terbaik soal gratis dan open source, streaming, dan kontrol penuh. Kalau kamu butuh itu, tidak ada alasan pindah ke alternatif.
  • DOR mendeteksi game dan merekam begitu dinyalakan, otomatis mengubah kill dan highlight jadi klip, memakai NVENC secara default, dan tanpa watermark.

OBS Studio adalah program yang hebat. Gratis dan open source, bisa streaming sekaligus merekam, dan kualitas video serta audionya bisa diatur sedetail apa pun. Tapi untuk menikmati kebebasan itu, kamu harus membangun scene dan source sendiri, bahkan mengatur encoder secara manual, dan itu jelas ribet untuk pemula yang baru pertama kali membukanya. Jadi kalau kamu sedang mencari alternatif OBS, tanyakan dulu: sebenarnya apa yang bikin kamu ingin pindah? Intinya, kalau tujuanmu streaming dan kontrol manual penuh, lebih baik tetap pakai OBS, tapi kalau tujuanmu kepraktisan 'install lalu langsung merekam sendiri', DOR yang paling pas.

Setting Advanced Output OBS yang asli, menampilkan encoder NVENC, bitrate, dan keyframe interval
UI produk asli dari panduan resmi output rekaman OBS

Alasan sebenarnya OBS terasa ribet

Saat OBS di-install, yang menyambut kamu adalah layar kosong. Kamu harus menambahkan source 'Game Capture' atau 'Display Capture' sendiri, lalu masuk ke Settings, Output, tab Recording dan mengatur encoder, bitrate, lokasi simpan, serta format (mp4/mkv) secara manual sebelum rekaman pertama bisa jalan. Pemula sering mentok di hal seperti game capture yang menampilkan layar hitam, atau harus mengatur hotkey sendiri. Ini bukan bug, tapi filosofi desain. OBS dibuat supaya kamu bisa mengatur apa saja, dan harganya adalah kamu harus mengatur semuanya.

Mari akui dengan jujur di mana OBS masih unggul

Tidak jujur rasanya menjelekkan OBS hanya karena ini artikel soal alternatif. Kalau kamu butuh poin-poin di bawah ini, hampir tidak ada alasan mengganti OBS. Kebalikan dari kekuatan-kekuatan inilah orang yang butuh alternatif.

  • Benar-benar gratis dan open source: tanpa watermark, tanpa batas waktu, dan kodenya terbuka sehingga sangat bisa dipercaya.
  • Standar de facto untuk streaming (siaran live): alur kerja streaming-nya luar biasa lengkap, dari output Twitch dan YouTube, perpindahan multi-scene, sampai integrasi overlay dan alert.
  • Kontrol manual penuh: untuk yang ingin mengatur semuanya sampai bitrate, track audio, dan keyframe, kebebasannya tidak tertandingi.
  • Ekosistem plugin: filter, virtual camera, dan berbagai ekstensi memberinya kemampuan pengembangan yang luas.

Alternatif OBS dibagi berdasarkan tujuan

Alternatif OBS yang sering disebut kira-kira terbagi tiga kelompok. Kubu 'rekam manual yang ringan' seperti Bandicam lebih sederhana dari OBS, tapi versi gratisnya ada watermark dan batas waktu, dan kamu tetap harus mencari serta memotong momen terbaik sendiri. Alat rekam bawaan dari pembuat GPU memang menawarkan deteksi otomatis dan replay, tapi terikat ke kartu grafis tertentu. Lalu ada kubu yang mengincar 'install lalu otomatis merekam dan membuat klip', yaitu DOR. Fakta bahwa DOR dirancang untuk menghilangkan setup adalah kebalikan persis dari OBS.

DOR: alternatif yang menghilangkan urusan setup

Perekaman otomatis DOR
DOR mendeteksi game dan merekam otomatis setelah di-install

DOR mengambil pendekatan yang berlawanan dengan OBS. Kamu tidak perlu membuat scene atau source. Install, jalankan game, lalu DOR otomatis mendeteksi game yang berjalan dan mulai merekam. Encoder-nya berbasis NVENC (encoding GPU) sejak awal, jadi kamu tidak perlu repot mengganti encoder dari x264 ke NVENC di OBS untuk mengurangi frame drop. Dan hasilnya tanpa watermark.

  • Deteksi game otomatis: jalankan game dan rekaman mulai sendiri. Kecil kemungkinan momen keren terlewat karena lupa menekan tombol rekam.
  • Klip otomatis: di game yang didukung klip otomatis, DOR memotong momen seperti kill dan highlight lalu mengumpulkannya sebagai klip. Waktu editing untuk menggulir rekaman panjang demi mencari bagian yang pas pun hilang.
  • NVENC secara default: encoding GPU adalah default-nya, jadi frame game yang hilang kecil. Tidak ada setting yang perlu disentuh.
  • Tanpa watermark: bahkan di paket gratis, tidak ada logo yang menempel di video kamu.

Perbandingan sekilas

  • Tingkat kesulitan setup -> DOR: install lalu jalankan game, selesai / OBS: setup scene, source, dan encoder manual / lainnya (tipe Bandicam): sedang, kebanyakan tombol tapi opsi diatur sendiri
  • Rekam dan deteksi otomatis -> DOR: deteksi game otomatis / OBS: mulai manual (ada replay buffer) / lainnya: kebanyakan manual
  • Klip otomatis (highlight) -> DOR: ada / OBS: tidak ada (edit sendiri) / lainnya: kebanyakan tidak ada
  • Encoder default -> DOR: NVENC secara default / OBS: sering x264 secara default (ganti sendiri) / lainnya: tergantung produk
  • Watermark -> DOR: tidak ada / OBS: tidak ada / lainnya: sering ada di versi gratis
  • Streaming dan kontrol penuh -> DOR: fokus ke rekaman dan klip / OBS: yang terbaik / lainnya: terbatas
  • Harga -> DOR: gratis untuk mulai / OBS: sepenuhnya gratis dan open source / lainnya: berbayar setelah batas versi gratis
Kriterianya sederhana: apakah saya mau repot setup, atau cuma mau hasilnya? Kalau kamu streaming atau ingin mengontrol kualitas video dan audio sampai detail terkecil, OBS yang cocok. Kalau kamu terlalu sibuk main sampai tidak sempat memikirkan tombol rekam dan hanya ingin momen bagus tersimpan, pilihan dengan deteksi otomatis dan klip otomatis yang cocok.

Jadi, pilih yang mana

Kalau yang mengganggumu dari OBS bukan 'setting streaming-nya kebanyakan' tapi 'merekam sekali saja butuh persiapan lama', sudah waktunya ganti arah. Momen keren, seperti ronde ace di Valorant atau pentakill di League of Legends, sering terjadi justru saat rekaman belum dinyalakan. Dengan DOR, yang otomatis mendeteksi dan merekam begitu game dijalankan bahkan sampai memotong highlight, kamu tidak perlu khawatir momen itu terlewat. Sebaliknya, kalau kamu serius streaming di Twitch atau YouTube, atau perlu bebas mengatur overlay dan banyak scene, tetap pakai OBS masih pilihan terbaik. Memilih alternatif bukan soal memilih 'program yang lebih bagus' tapi 'program yang lebih cocok dengan tujuanmu', jadi kalau tujuanmu rekam otomatis tanpa setup, install DOR dan mainkan satu match untuk langsung merasakan bedanya.

Rekaman yang mulai bersamaan dengan game-mu: aplikasi perekam game gratis →

DOR Clips

Klip Valorant di DOR

Lihat lainnya di DOR →

Video Valorant yang direkam dan diunggah pengguna DOR. Ketuk salah satu untuk memutarnya di dor.gg.

FAQ

FAQ

Apa perbedaan terbesar kalau pakai DOR, bukan OBS?

Perbedaan terbesarnya ada di 'setup'. Dengan OBS, kamu harus membangun scene, source, dan encoder sendiri sebelum rekaman pertama bisa jalan, sedangkan dengan DOR kamu cukup install, jalankan game, lalu DOR otomatis mendeteksi dan mulai merekam. DOR juga otomatis memotong kill dan highlight jadi klip, jadi kamu jarang perlu mengedit rekaman panjang secara manual.

OBS kan gratis, memangnya ada alasan pakai alternatif?

OBS sangat bagus sebagai alat gratis dan open source. Tapi gratis dan mudah dipakai adalah dua hal yang berbeda. Kalau tujuanmu streaming dan kontrol penuh, OBS yang terbaik, tapi kalau kamu tidak mau menghabiskan waktu untuk setup dan hanya ingin momen bagus tersimpan otomatis, alternatif dengan rekam otomatis seperti DOR lebih cocok.

OBS bikin FPS drop saat merekam. Apakah alternatifnya aman?

Encoder default OBS sering diatur ke x264 yang memakai CPU, jadi frame bisa drop cukup terasa. Mengganti ke NVENC di setting memang memperbaikinya, tapi harus kamu lakukan sendiri. DOR berbasis NVENC (encoding GPU) sejak awal, jadi frame yang hilang kecil tanpa kamu perlu memikirkan proses itu.

Apakah DOR punya fitur streaming seperti OBS?

DOR adalah program yang fokus pada rekaman dan klip otomatis. Untuk alur kerja streaming lengkap seperti output live Twitch dan YouTube, perpindahan multi-scene, dan integrasi overlay, OBS jauh lebih kuat. Kalau tujuan utamamu streaming, tetap pakai OBS, dan kalau tujuan utamamu rekaman dan klip, kombinasi dengan DOR juga bekerja dengan baik.

Kalau pindah dari OBS ke DOR, apakah saya harus mengubah semua kebiasaan merekam?

Justru kebiasaan yang perlu diubah lebih sedikit. OBS butuh persiapan sebelum merekam (menambah source, cek encoder, hotkey), sedangkan dengan DOR, menjalankan game itu sendiri adalah tanda rekaman dimulai. Tanpa watermark juga, jadi hasilnya bisa langsung dipakai, dan kebiasaan khawatir 'rekamannya sudah nyala belum?' pun hilang.

Games

Panduan game terkait

Baca selanjutnya

Artikel terkait

Mulai pakai DOR

DOR mendeteksi event dalam game yang didukung dan otomatis menyimpan momen itu sebagai klip